Independen Ekspos | Keinginan banyak orang untuk mendapatkan hasil cepat sering dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Label “alami” dipakai untuk meyakinkan konsumen. Padahal, di balik kemasan jamu dan herbal, tersembunyi bahan kimia obat yang seharusnya hanya digunakan dengan resep dokter.
Temuan terbaru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan membongkar praktik ini. Sepanjang November hingga Desember 2025, lembaga tersebut menemukan 41 produk berbahan alam yang mengandung Bahan Kimia Obat atau BKO. Produk itu dipasarkan sebagai jamu kuat pria, pelangsing, obat pegal linu, hingga obat kencing manis.
Faktanya, kandungan di dalamnya berisiko merusak organ tubuh.
41 Produk Herbal Terbukti Mengandung Bahan Kimia Obat
Dalam siaran pers pada Selasa, 10 Februari 2026, BPOM mengungkap hasil pengawasan intensif. Sebanyak 41 produk berbahan alam terbukti mengandung zat aktif obat.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa praktik ini membahayakan publik.
“Produk yang diklaim sebagai jamu ternyata mengandung zat aktif obat yang penggunaannya harus di bawah pengawasan medis,” ujarnya.
Artinya jelas. Konsumen mengira mengonsumsi ramuan tradisional. Namun tubuh mereka menerima obat keras tanpa dosis terkontrol.
Anda mungkin merasa efeknya cepat. Pegal hilang dalam hitungan jam. Stamina meningkat dalam satu malam. Berat badan turun dalam beberapa minggu. Pertanyaannya, apa yang sebenarnya bekerja di dalam tubuh?
Jawabannya adalah zat kimia sintetis.
Modus Lama: Efek Instan untuk Menggaet Konsumen
BPOM mencatat pola berulang sepanjang 2025. Produsen menambahkan BKO agar produk terasa manjur sejak pemakaian pertama. Strategi ini menyasar kebutuhan yang sensitif.
Produk stamina pria dan pelangsing mendominasi temuan.
1. Produk Pegal Linu
Beberapa produk mengandung:
- Natrium diklofenak
- Ibuprofen
- Deksametason
Zat ini termasuk obat antiinflamasi dan steroid. Penggunaannya harus sesuai dosis dan indikasi medis. Konsumsi sembarangan dapat memicu gangguan lambung, gangguan ginjal, hingga komplikasi lain.
2. Produk Penggemuk Badan
BPOM menemukan kandungan:
- Siproheptadin
- Deksametason
Siproheptadin memang dapat meningkatkan nafsu makan. Namun penggunaan tanpa pengawasan dokter berisiko menimbulkan efek samping sistemik. Deksametason adalah kortikosteroid yang memengaruhi banyak sistem tubuh.
3. Obat Kencing Manis
Beberapa produk mengandung:
- Glibenklamid
Glibenklamid adalah obat diabetes. Konsumsi tanpa pemantauan kadar gula darah bisa menyebabkan hipoglikemia. Kondisi ini dapat memicu pingsan hingga komplikasi serius.
Tujuannya satu. Membuat konsumen merasa produk bekerja cepat.
Namun tubuh bukan mesin. Setiap zat aktif memiliki konsekuensi biologis.
Jamu Kuat Campur Sildenafil dan Sibutramin, Ini Dampaknya
Produk stamina pria menjadi kategori paling menonjol. BPOM menemukan kandungan seperti:
- Sildenafil
- Tadalafil
- Vardenafil
- Sibutramin
Zat tersebut bukan bahan herbal. Itu adalah obat keras.
Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Sildenafil dan tadalafil bekerja dengan memengaruhi pembuluh darah. Tanpa pemeriksaan kondisi jantung, pengguna berisiko mengalami:
- Sakit kepala hebat
- Gangguan penglihatan
- Serangan jantung mendadak
Jika seseorang memiliki riwayat penyakit jantung, risiko meningkat.
Hipertensi dan Gangguan Irama Jantung
Sibutramin, yang sering ditemukan pada produk pelangsing, dapat:
- Meningkatkan tekanan darah
- Memicu denyut jantung tidak stabil
- Menyebabkan gangguan tidur
Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.
Kerusakan Hati dan Tulang
Penggunaan deksametason dan parasetamol tanpa kontrol dapat menyebabkan:
- Kerusakan hati
- Osteoporosis
- Gangguan mental
Hati bekerja menyaring zat kimia. Jika dipaksa terus-menerus, organ ini bisa mengalami kerusakan permanen.
Risiko Gagal Ginjal
Konsumsi jangka panjang obat antiinflamasi tanpa pengawasan medis berpotensi merusak ginjal. Kerusakan ginjal bersifat permanen dan memerlukan terapi jangka panjang.
Apakah hasil instan sepadan dengan risiko ini?
Daftar Produk Stamina Pria Ilegal Temuan BPOM
BPOM merilis nama produk yang terbukti mengandung bahan kimia berbahaya.
Temuan Desember 2025
- Butea-S
- Kopi Mandalika
Temuan November 2025
- AMK Madu Tonik Cap Kuda
- Jamu Suami
- Daun Muda
- Super Strong Madu Kuat Alami Tahan Lama
- Jakarta Bandung Plus
- Kopi Ginseng Siberia New
- Premium Kapsul Herbal
- Dayak Ramuan Kalimantan Kuno
- Akiyo Candy
- Raja Ranjang Ganas
- Jaran Segoro
- Mallboro Black
- Black Honey
- Raja Ranjang Serbuk
- Raja Ranjang Kapsul
- Gatot Koco
- Soloco
- Misteri Energetic Candy
Produk tersebut dilarang dikonsumsi karena mengandung BKO.
Jika Anda pernah membeli salah satu nama di atas, periksa kembali izin edarnya.
Kenapa Konsumen Mudah Terjebak?
Banyak orang ingin solusi cepat. Iklan menawarkan klaim kuat, tahan lama, atau langsing tanpa diet ketat. Harga terjangkau dan mudah dibeli secara daring.
Padahal obat keras tidak boleh dijual bebas tanpa resep. Label herbal sering membuat konsumen merasa aman.
Ibarat mobil yang dipacu tanpa rem, tubuh dipaksa bekerja keras oleh zat kimia tanpa kontrol. Efek awal terasa menguntungkan. Risiko jangka panjang muncul perlahan.
Langkah Cerdas: Terapkan Cek KLIK Sebelum Membeli
BPOM mengimbau masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK.
1. Kemasan
Pastikan kemasan dalam kondisi baik. Tidak rusak atau bocor.
2. Label
Baca komposisi dan informasi produk. Perhatikan klaim yang terdengar berlebihan.
3. Izin Edar
Pastikan ada nomor izin resmi dari BPOM. Anda bisa memverifikasi melalui aplikasi BPOM Mobile atau situs resmi BPOM.
4. Kedaluwarsa
Periksa tanggal kedaluwarsa. Jangan gunakan produk yang melewati batas aman.
Langkah ini sederhana. Namun banyak orang mengabaikannya.
Konsultasi Medis Tetap Jadi Jalan Aman
Masalah stamina, berat badan, gula darah, atau pegal linu memiliki penyebab medis yang berbeda pada tiap orang. Pemeriksaan dokter membantu menentukan terapi yang sesuai.
Obat yang sama tidak selalu aman untuk semua orang. Dosis berbeda untuk usia, kondisi jantung, fungsi hati, dan fungsi ginjal.
Mengonsumsi produk ilegal sama dengan bereksperimen pada tubuh sendiri.
Pengawasan dan Tanggung Jawab Bersama
Temuan 41 produk dalam dua bulan menunjukkan pengawasan berjalan. Namun peredaran produk ilegal sering memanfaatkan jalur distribusi daring dan penjualan bebas.
Konsumen memegang peran penting. Setiap pembelian menjadi keputusan kesehatan.
Jangan mudah percaya pada klaim instan. Tubuh membutuhkan proses. Perubahan berat badan, peningkatan stamina, dan pengendalian penyakit memerlukan pendekatan yang terukur.
BPOM menemukan 41 produk herbal ilegal yang mengandung bahan kimia obat sepanjang November hingga Desember 2025. Produk tersebut dipasarkan sebagai jamu kuat, pelangsing, penggemuk, dan obat pegal linu. Kandungan seperti sildenafil, sibutramin, deksametason, dan glibenklamid berisiko memicu gangguan jantung, kerusakan hati, hipertensi, hingga gagal ginjal jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter. Masyarakat perlu menerapkan Cek KLIK sebelum membeli dan memastikan setiap produk memiliki izin edar resmi agar tidak mempertaruhkan kesehatan demi efek instan.


