Independen Ekspos – Sarifah Suraidah Abidien Harum menjadi sorotan publik setelah video blusukannya viral di media sosial. Dalam video itu, istri Gubernur Kaltim Rudy Masud terlihat menyapa seorang nenek penjual sayur.
Video tersebut memicu perdebatan. Warganet menilai gaya busana yang dikenakan Sarifah tidak sesuai dengan lokasi kegiatan.
Penampilan Saat Blusukan Jadi Perbincangan
Dalam rekaman yang beredar, istri Gubernur Kaltim ini tampil mengenakan gamis putih dengan topi lebar warna senada. Ia juga memakai kalung mutiara melingkar di lehernya.
Sebagian warganet menyebut tampilannya seperti “Noni Belanda”. Komentar itu muncul karena busana yang dikenakan dianggap terlalu mencolok untuk kegiatan blusukan di lapangan.
Video tersebut menyebar luas dan memicu ragam opini. Ada yang mengkritik, ada juga yang membela.
Profil Sarifah Suraidah Abidien Harum
Sarifah lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 1 Januari 1981. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Penajam, Kabupaten Pasir, pada 1988 hingga 1994.
Ia melanjutkan pendidikan di SLTPN 1 Penajam pada 1994 sampai 1997. Pendidikan terakhirnya ditempuh di SMK Sekolah Perawat Kesehatan Departemen Kesehatan Balikpapan pada 1997 hingga 2000.
Saat ini istri Gubernur Kaltim ini menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 mewakili daerah pemilihan Kalimantan Timur. Ia dilantik pada 1 Oktober 2024 menggantikan suaminya yang maju sebagai gubernur.
Di internal partai, ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar Kalimantan Timur periode 2020–2025. Ia juga mendirikan komunitas Bestie Syarifah Suraidah.
Aktif Sosial dan Pimpin Perusahaan
Sarifah dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia kerap membagikan sembako kepada masyarakat dan menggelar open house untuk kegiatan sosial.
Di dunia usaha, ia pernah menjabat Direktur PT Barokah Agro Perkasa sejak 2014 hingga 2023. Ia juga mendirikan Harum Center Foundation yang bergerak di bidang sosial, edukasi, dan pengembangan masyarakat.
Unggahan Instagram Jadi Sorotan
Melalui akun Instagram @syarifahsuraidah, ia membagikan sejumlah Instagram Story pada 25 hingga 26 Februari 2026.
Salah satu kutipan yang diunggah berbunyi, “Kalau satu orang menyerang, itu opini. Kalau berkelompok menyerang, itu rasa takut. Mereka butuh keramaian untuk menjatuhkan.”
Ia juga menulis, “Beberapa orang tidak menyukaimu bukan karena kamu jahat, namun karena kerja keras dan pantang menyerahmu menyakiti hatinya.”
Sebagian warganet menilai unggahan itu berkaitan dengan kritik terhadap gaya busananya saat blusukan.
Selain itu, ia membagikan doa menjelang Ramadan. Salah satu doa yang diunggah berbunyi, “Ya Allah jadikanlah Ramadhan tahun ini, menjadi bulan Ramadhan yang dipenuhi kabar baik, kebahagiaan, rezeki lancar dan keberkahan.”
Ia juga mengunggah doa perlindungan dari rasa iri dan dengki serta permohonan keselamatan bagi keluarga.
Rangkaian unggahan tersebut memperlihatkan respons pribadi Sarifah di tengah sorotan publik atas penampilannya saat blusukan.


