Iklan

Atlet Tenis Peng Shuai Salah Satu Korban Pelecehan Seksual di China yang Dibungkam

- Advertisement -Iklan
Petenis asal China, Peng Shuai sengaja dibungkam setelah pengakuannya terkait pelecehan seksual yang melibatkan eks wakil perdana Menteri Zhang Gaoli.

Terkait kasus yang menimpa Peng Shuai ini, kelompok penggiat hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) menuduh Komite Olimpiade Internasional (IOC) melakukan sportswashing.

Direktur HRW China, Sophie Richardson, mencela campur tangan IOC yang dinilai membantu Beijing menutupi kasus yang menimpa Peng Shuai.

Setelah kasus itu terbongkar, Peng Shuai hilang dari pandangan publik, kasus itu pun telah memicu kemarahan internasional. Namun di China, Peng hanya satu dari beberapa aktivis dan orang-orang yang melaporkan pelecehan seksual yang dibungkam.

Sebelumnya, Huang Xueqin yang dengan terbuka mendukung perempuan yang menuduh profesornya atas pelecehan seksual ditangkap September lalu. Wang Jianbing yang membantu seorang perempuan melaporkan pelecehan perempuan ditahan bersama perempuan itu. Sejak saat itu tidak diketahui nasib mereka.

Mereka didakwa atas kejahatan tertentu atau dihina dan dibungkam di internet hanya karena berbicara atas kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi yang dihadapi perempuan setiap hari.

Peng Shuai

Ketika Huang membantu meledakkan gerakan #MeToo di China pada 2018, gerakan itu mendapatkan perhatian yang cukup luas dan mencapai sejumlah kesuksesan. Pengesahan undang-undang perdata untuk mendefinisikan kekerasan seksual pertama di China adalah salah satunya.

Namun gerakan tersebut juga mendapat perlawanan keras dari pihak berwenang China. Pemerintah dengan cepat membungkam semua gerakan sosial yang mereka takutkan akan menentang kekuasaan mereka. Pembungkaman semakin intensif pada tahun ini sebagai bagian dari upaya membatasi apa yang dapat diterima wacana publik.

“Dengan terbuka mereka mengecualikan kami dari legitimasi, dari ruang publik yang sah,” kata aktivis yang kini tinggal di Amerika Serikat (AS) Lu Pin, Rabu (24/11).

Meski sudah tinggal di AS tapi Lu Pin masih menjadi aktivis dalam isu-isu hak perempuan di China. “Jalan tengah di masyarakat sedang menghilang,” katanya.

Salah satu tanda betapa besar ancaman pihak berwenang terhadap gerakan #MeToo dan aktivisme hak-hak perempuan di China, banyak aktivis yang menolak intervensi asing yang kerap dilabelkan sebagai upaya asing mengganggu stabilitas China.

Pembungkaman biasanya mengincar aktivis-aktivis yang tidak terlalu terkenal atau tidak berpengaruh. Mereka biasanya bekerja dengan kelompok-kelompok marjinal.

Seorang teman Huang dan Wang mengatakan dua aktivis itu memiliki pengalaman mengadvokasi kelompok terpinggirkan dan telah didakwa atas pasal subversi wewenang negara. Sumber yang tidak diungkapkan namanya itu melihat surat pemberitahuan yang dikirimkan ke keluarga Wang.

Polisi Kota Guangzhou yang menangkap dua aktivis tersebut tidak menjawab permintaan komentar. Dakwaan pada aktivis biasanya sangat kabur dan kerap digunakan pada pembangkang politik.

- Advertisement -Iklan
- Advertisement -Iklan
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -Iklan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here