Iklan

Google Habiskan $ 1 Miliar di Australia Meski Mengancam Akan Tarik Layanan di Negara Itu

- Advertisement -Iklan
Google akan menghabiskan satu miliar dolar Australia ($ 736 juta) di Australia selama lima tahun. Raksasa teknologi itu mengatakan, keputusan itu diambil hanya beberapa bulan setelah mengancam akan menarik layanannya dari negara itu sebagai tanggapan atas peraturan pemerintah yang lebih ketat.

Unit operasi utama (Google) Alphabet Inc mengatakan bahwa mereka berencana untuk memperluas infrastruktur cloud, mendirikan pusat penelitian yang dikelola oleh para peneliti dan insinyur Australia dan bermitra dengan lembaga sains Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO).

Awal tahun ini Managing Director Google Australia Mel Silva, telah mengancam akan memblokir mesin pencari Google di negara itu. Namun, kini ia mengatakan rencana pengeluaran itu akan membawa sumber daya dan investasi teknologi yang signifikan.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa itu adalah “Mosi Percaya A$1 miliar” dalam strategi ekonomi digital Australia, yang bertujuan untuk menempatkan negara itu dalam 10 ekonomi digital teratas di seluruh dunia pada tahun 2030.

“Keputusan oleh Google memiliki manfaat besar bagi bisnis Australia karena kami terlibat dengan pemulihan ekonomi di depan kami,” ujar Morrison.

“Ini akan membawa lebih banyak pekerjaan STEM ke pantai kita … di seluruh teknik, ilmu komputasi dan AI,” tambahnya.

Sebelumnya, Silva mengancam di parlemen Australia pada bulan Januari lalu untuk memblokir mesin pencari Google untuk menghindari undang-undang yang memaksa perusahaan dan operator media sosial Facebook Inc untuk membayar outlet berita untuk konten yang diposting ke situs web mereka.

Namun, hukum tetap berjalan dan mereka mundur dari ancamannya. Baik Google dan Facebook malah membuat kesepakatan lisensi dengan sebagian besar perusahaan media utama Australia.

Pemerintah federal dijadwalkan untuk memulai peninjauan keefektifan undang-undang tersebut pada bulan Maret.

Australia juga mengatakan pihaknya berencana untuk membuat perusahaan internet besar mengambil tanggung jawab hukum atas pencemaran nama baik dan informasi yang salah yang dihosting di platform mereka, sebuah perubahan yang sebagian besar ditentang oleh sektor teknologi.

“Kita perlu melakukan upaya yang sama untuk memastikan dunia digital aman, terlindungi, dan tepercaya,” ujar Morrison.

- Advertisement -Iklan
- Advertisement -Iklan
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -Iklan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here