Iklan

Kemenparekraf Hadirkan Program Baru untuk Tingkatkan Kompetensi Pemuda di Indonesia

- Advertisement -Iklan
Sebagai upaya percepatan pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia mensosialisasikan program baru yang menargetkan kaum milenial dan generasi Z.

Berfokus pada demografi terbesar di Indonesia, program yang dihadirkan oleh Kemenparekraf ini akan berfokus pada upaya re-skilling dan up-skilling generasi Z dan milenial dari seluruh kota di Indonesia.

Merinci program tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengungkapkan ada empat komponen penting yang menjadi fokus utama kampanye tersebut. Dengan mengacu pada 4 AS, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, yang pada akhirnya digunakan untuk memulai inovasi baru dalam upaya menghidupkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program
Komisi X DPR RI mendukung sepenuhnya program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif dengan memperbanyak sekolah atau lembaga pendidikan di bidang pariwisata.

“4 AS berarti Kerja KerAS (Work Hard) — mengoptimalkan keterampilan dan kompetensi secara strategis untuk mencapai kesuksesan, Kerja CerdAS (Work Smart) — menggunakan teknologi, digitalisasi, virtualisasi, dan sains untuk mengubah bisnis, Kerja TuntAS (Work Thoroughly) — menemukan cara-cara kreatif untuk mengusir kebosanan dan ketakutan, Kerja IkhlAS — selalu pastikan untuk melakukan yang terbaik dan serahkan ke Yang Maha Kuasa untuk menentukan hasilnya,” jelas Sandiaga.

Lewat 4 AS, Generasi Z dan Milenial juga didorong untuk memberikan kontribusi besar terhadap negara. Karena itu, program ini juga menawarkan serangkaian inisiatif untuk pemberdayaan pemuda di sektor pariwisata dan industri kreatif, termasuk pelatihan teknis, webinar, bimbingan, dan program inkubator, dengan mengacu pada tiga pilar utama Kemenparekraf: Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi.

“Lewat inisiatif-inisiatif ini, kami juga terus berinovasi menggunakan big data untuk memetakan peluang dan potensi anak muda di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kemampuan beradaptasi tentunya menjadi kunci, terutama dalam menghadapi COVID-19. Tujuannya, agar generasi muda semakin jeli dalam mengidentifikasi peluang dalam meningkatkan keterampilan mereka di sektor pariwisata, yang akhirnya dapat menciptakan pekerjaan baru untuk pemulihan ekonomi bangsa,” tambah Sandiaga.

Peran besar milenial dan generasi Z dalam pulihkan pariwisata

Program
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para pengusaha dan kalangan profesional bekerja dari Bali untuk membantu perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Pulau Dewata.

Sebelum pandemi terjadi, pariwisata merupakan sektor terpenting dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang menyumbang hampir lima persen dari produk domestik bruto (PDB) negara setiap tahunnya. Namun, industri mengalami tantangan yang sangat berat selama pandemi.

Ketika pandemi memasuki tahun kedua, sektor pariwisata sangat terpengaruh, bahkan sebagian besar dari sektor ini terpaksa berhenti. Hal ini mengakibatkan penurunan 6,67% tenaga kerja di bidang pariwisata.

Kemenparekraf juga memperkirakan ada 60% peluang kerja pasca-COVID-19 yang masih belum tergarap di Indonesia. Dengan demikian, penting bagi kaum milenial dan generasi-z untuk terus meningkatkan kompetensinya dalam berbagai skill baru, seperti webinar dan pelatihan kewirausahaan, kerajinan tangan, serta pariwisata dan industri kreatif yang menjadi bagian inti dari program 4 AS Kemenparekraf.

Program
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meninjau progress pembangunan Edu Hotel Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program 4 AS Kemenparekraf menargetkan demografi tenaga kerja terbesar di Indonesia, milenial dan generasi-z. Pada tahun 2021, generasi Z dan milenial membentuk hampir 54% dari 277 plus juta penduduk di negara itu. “Dengan demikian, memaksimalkan kompetensi kaum milenial dan generasi Z menjadi faktor kunci keberhasilan pemulihan sektor pariwisata, sekaligus mempercepat terwujudkan lapangan kerja baru untuk pertumbuhan ekonomi,” ujar Sandiaga.

Selain itu, kemitraan dan kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan juga menjadi faktor yang tak kalah penting dalam mendukung generasi muda dalam berkreasi. “Kreativitas yang membawa generasi muda untuk semakin cerdas menciptakan pekerjaan, bukan hanya sebagai pencari pekerjaan,” tutup Sandiaga.

- Advertisement -Iklan
- Advertisement -Iklan
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -Iklan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here