spot_img
spot_img
BerandaOlahragaKONI Sumbar: Markas Atlet atau Markas Politisi?

KONI Sumbar: Markas Atlet atau Markas Politisi?

Catatan, Nanang Farid Syam

INDEPENDENEKSPOS.COM / SUMBAR –  Koni Sumbar sejatinya adalah dapur pembinaan atlet. Tapi belakangan, lembaga ini malah lebih mirip tempat transit para politisi yang sedang cari panggung. Alih-alih jadi motor prestasi, KONI kini terjebak dalam pusaran kepentingan kekuasaan.

Tidak percaya? Lihat komposisi pengurus KONI Sumbar dalam beberapa tahun terakhir. Berapa banyak yang benar-benar berasal dari dunia olahraga? Yang punya lisensi kepelatihan, pengalaman pembinaan, atau prestasi di level nasional? Jumlahnya minim. Yang banyak justru figur-figur politik yang sedang “panas” namanya di dunia perpolitikan lokal.

Dari Seragam Olahraga ke Jas Partai

Jabatan strategis di KONI Sumbar kini jadi ajang branding. Banyak yang datang bukan karena ingin memajukan olahraga, tapi untuk memperluas jaringan dan menambah portofolio. KONI berubah dari ruang pembinaan menjadi ruang pencitraan. Poster atlet kalah besar dari spanduk para pengurus yang mulai rajin nongol di acara-acara politik.

Kondisi KONI sumbar ini berdampak langsung ke prestasi. Pada PON XX Papua 2021, Sumbar hanya mampu meraih peringkat ke-15 nasional. Sebuah catatan suram untuk provinsi yang dikenal punya bakat besar di cabang silat, panjat tebing, dan angkat besi.

Masalahnya bukan di atlet KONI Sumbar . Tapi di manajemen yang dikuasai orang-orang yang tak tahu cara mengurus olahraga, tapi lihai mengatur narasi publik.

KONI Bukan Tempat Menabung Ambisi Politik

Olahraga butuh keteladanan, bukan kepentingan. KONI seharusnya diisi oleh orang-orang yang benar-benar paham dunia olahraga. Yang tahu bagaimana menyusun peta jalan prestasi, bukan peta dukungan menjelang pemilu. Yang lebih sering berdiri di lapangan latihan daripada di atas podium seremoni.

Jika orientasi para pengurus hanya citra, bukan kerja nyata, maka KONI hanya akan jadi lembaga formalitas. Atlet akan terus berjuang sendiri, sementara para pengurus sibuk membangun jejaring kekuasaan.

Saatnya KONI Sumbar Disterilkan dari Kepentingan Politik

Gubernur dan Dispora Sumbar perlu mengambil langkah serius. Bentuk tim evaluasi independen, libatkan tokoh-tokoh olahraga berintegritas, dan bersihkan struktur KONI dari mereka yang hanya menjadikan olahraga sebagai batu loncatan karier politik.

Kita butuh KONI yang profesional, fokus, dan punya visi olahraga jangka panjang. KONI yang hadir bersama atlet dari tahap pembinaan hingga podium juara—bukan hanya saat pencitraan dibutuhkan.

Sumbar Butuh Atlet Hebat, Bukan Pengurus Bermodal Spanduk

Kembalikan marwah KONI sebagai wadah perjuangan atlet. Jika ada yang ingin berpolitik, silakan cari jalur lain. Jangan nodai gelanggang olahraga dengan ambisi pribadi.

Sumbar layak punya KONI yang bersih. KONI yang bekerja untuk medali, bukan untuk jabatan!(*)

Nanang Farid Syam adalah Mantan Pengurus Pengda FPTI Sumbar,  pernah juga bergabung bersama KPK RI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisement -spot_img