Oralit untuk Puasa Ternyata Bisa Bahaya? Ini Efek Sampingnya!

Redaksi

Oralit untuk Puasa

Oralit untuk Puasa Ternyata Bisa Bahaya? Ini Efek Sampingnya!

Belakangan ini banyak informasi beredar bahwa ORS (Oral Rehydration Solution) atau oralit untuk puasa bagus digunakan. Mengkonsumsi oralit untuk puasa dipercaya bisa menekan rasa haus jika dikonsumsi saat sahur.

Hal itu bahkan dipercaya oleh masyarakat dan menyebabkan stok oralit menipis di beberapa apotek. Namun, benarkah oralit untuk puasa baik dikonsumsi, dan apakah terdapat efek samping yang justru membahayakan konsumen?

Baca Juga:

Oralit untuk Puasa

Oralit untuk Puasa
Foto: Andrea Piacquadio/Pexels

Melihat kejadian ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang beredar di internet yang menyebutkan bahwa oralit efektif menekan rasa haus saat puasa jika dikonsumsi saat sahur.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, jika tidak dikonsumsi dengan benar, oralit dapat berisiko mengganggu organ dalam lainnya dan mengganggu BAB.

“Jadi tidak perlu ada panic buying. Tidak perlu menyimpan oralit karena ditujukan untuk penderita diare, mual, dan muntah, di mana terjadi dehidrasi ekstrem. Saat berpuasa, orang tidak mengalami dehidrasi,” ujar Siti Nadia.

Efek Samping Mengkonsumsi Oralit

Oralit adalah minum minuman yang terbuat dari air, gula dan elektrolit, khususnya kalium dan natrium. Mengutip dari Halodoc, menggunakan oralit untuk puasa tidak dianjurkan karena oralit mengandung gula dan garam yang cukup tinggi.

Konsumsi oralit secara berlebihan dapat mengakibatkan kenaikan kadar gula darah dan tekanan darah. Selain itu, konsumsi oralit juga tidak dapat menggantikan kebutuhan nutrisi lain yang berperan untuk metabolisme tubuh selama berpuasa.

Jika terjadi penyalahgunaan konsumsi oralit, maka dapat menimbulkan beragam efek samping, seperti mual, muntah, perasaan gelisah yang berlebih, kejang, pembengkakan pada pergelangan kaki, munculnya ruam, pusing, gatal atau bengkak (terutama pada wajah, lidah, dan tenggorokan) sampai menyebabkan masalah pernapasan.

Konsumsi oralit yang berlebih dapat menyebabkan pengendapan garam dan mineral ekstra dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit gula dan radang sendi.

Penggunaan oralit dibenarkan pada pada kondisi tertentu seperti pada orang yang sedang sakit atau pada kondisi cuaca yang sangat panas. Penggunaan oralit dapat membantu dalam menjaga keseimbangan hidrasi, dan harus atas dasar rekomendasi dokter atau tenaga kesehatan ahli.

Leave a Comment