Inilah Makna Valentine Day Bagi Publik Arab Saudi

Publik di Arab Saudi merayakan hari Valentine sejak dilegalkan pada tahun 2018. Dulu, sebelum perayaan ini diizinkan, para pengusaha toko bunga dan suvenir Valentine melakukan penjualan secara tersembunyi. Karena khawatir ditangkap Komisi Pencegahan Kejahatan (CPVPV). Komisi ini bahkan tidak segan melarang pesta perayaan ulang tahun atau perayaan lainnya dengan ancaman penjara atau penutupan toko.

Perayaan Valentine mulai diperbolehkan sejak mantan Presiden CPVPV Mekkah, Syeh Ahmed Qasim Al-Ghamdi, menyebutnya tidak bertentangan dengan ajaran dan doktrin Islam. Dia meyakini bahwa merayakan makna cinta adalah sesuatu yang bersifat universal dan tidak terbatas untuk non-muslim saja.

Legalisasi perayaan publik untuk hari Valentine ini terjadi di tengah suasana liberal konvensi sosial-tradisional kerajaan Saudi belakangan. Tindakan ini merupakan reformasi yang dilakukan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan tujuan memodernisasikan negaranya.

Dilansir oleh Arab News, berbagai paket makan malam dan hadiah juga banyak dijual secara daring ditujukan bagi mereka yang ingin mendapatkan suasana spesial hari Valentine. Hari Valentine itu sendiri merupakan tradisi yang berakar dari festival Roman Pagan dan untuk merayakan serta menghormati kesuburan.

Inilah Makna Valentine Day Bagi Publik Arab Saudi 1

Dekat dengan syair cinta, budaya Arab cocok untuk merayakan Valentine, karena sejak nenek moyangnya, budaya Arab sudah lekat dengan syair atau puisi. Syair adalah ungkapan dari hati seseorang melalui kata-kata puitis.

Budaya penulisan dan pembacaan syair ini sudah mendarah daging bagi masyarakat Arab Saudi, mengingat sejarah penyebarannya dari semenanjung Arab sampai ke Andalusia. Syair atau puisi Arab umumnya bicara soal cinta. Di Pasar Ukaz misalnya, menjadi saksi sejarah syair cinta di Semenanjung Arab.

Masyarakat Arab klasik tidak hanya melakukan proses jual-beli dagangan. Mereka juga menggelar perlombaan baca puisi atau syair dan orasi. Pemenangnya tidak hanya mendapat imbalan emas atau uang, tapi juga gengsi. Beberapa kisah romantis Arab klasik yang paling banyak dikenal masyarakat setempat di antaranya Antarah bin Shaddad Al-Absi dan Abla (abad keenam).

BACA JUGA  Pelakor yang Satu Ini Sudah Selingkuhi 80 Orang Pria Beristri

Kemudian Qays bin Al-Mulawwah serta Leyla (atau lebih dikenal dengan Layla Majnun di abad ketujuh), Lalu Kuthayyir bin Abdurrahman dan Azza (abad kedelapan), serta Ibnu Zaydun dan Putri Wallada (abad sebelas).

Inilah Makna Valentine Day Bagi Publik Arab Saudi 2

Namun demikian, perkembangan syair atau puisi Arab banyak pula dipengaruhi oleh ragam bentuk dan tema dari kesusasteraan Barat karena merupakan bagian dari penjajahan kolonial dan globalisasi.

Kesan modernitas muncul kemudian setelah Perang Dunia II dan menimbulkan salah satu fenomena budaya yaitu hari Valentine, yang hadir di atmosfer kehidupan masyarakat Arab dan lebih dikenal sebagai Love Day (hari cinta).

Sebagai peristiwa komersil, hari Valentine masih menjadi momen pertumbuhan di kalangan masyarakat Arab namun popularitasnya kian melonjak.

Hari ini, masyarakat Arab juga kerap mengutip puisi dari penyair Arab seperti Elia Abu Madi dari Libanon, Farouk Gouida dari Mesir dan Pangeran Saudi Badr bin Abdul Mohsin juga Nizar Qabbani, dari Suriah.

 

loading...