Iklan

Temasek Luncurkan “Asia Sustainable Foods Platform”

- Advertisement -Iklan
Temasek meluncurkan “Asia Sustainable Foods Platform” untuk mengatasi tantangan dalam peningkatan skala produksi protein alternatif, dan mempercepat pertumbuhan pangan lestari di Asia.

Asia Sustainable Foods Platform ingin menyediakan solusi dan dukungan, serta menjadi pendukung, operator, dan investor bagi kalangan perusahaan teknologi pangan (food-tech) yang beralih dari tahap pengembangan produk ke tahap peningkatan skala komersial.

Sebagai pendukung, Asia Sustainable Foods Platform akan menyediakan konsultasi litbang dan fasilitas uji coba manufaktur agar perusahaan teknologi pangan mampu mempercepat komersialisasi produk;

Sebagai operator, “Asia Sustainable Foods Platform” akan menyediakan keahlian produksi, serta analisis pasar tentang peluang komersialisasi yang mendukung peningkatan skala usaha di Asia; serta,

Sebagai investor, “Asia Sustainable Foods Platform” akan menyediakan jaringan koneksi strategis bagi pelaku bisnis, dan suntikan modal bagi usaha rintisan teknologi pangan yang potensial.

“Menurut perkiraan, Asia membutuhkan investasi sekitar US$ 1,55 triliun dalam dekade mendatang untuk memenuhi pesatnya tingkat permintaan konsumen atas pilihan pangan yang lebih sehat dan lestari. Kita harus mengembangkan keahlian yang meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat rantai pasokan,” ujar Yeoh Keat Chuan, Deputy Head, Enterprise Development Group, Temasek.

“Temasek telah berinvestasi senilai lebih dari US$ 8 miliar dalam rantai nilai farm-to-fork berskala global sejak 2013, dan terus meningkatkan investasi di sektor tersebut. Singapura berperan penting dalam transformasi sektor pangan pertanian. Maka, Asia Sustainable Foods Platform ingin mendukung perusahaan lokal dan regional, berinovasi, memperluas skala, serta menjalankan komersialisasi,” lanjutnya.

Asia Sustainable Foods Platform akan dikelola tim inti yang terdiri atas praktisi teknologi pangan, dan dipimpin CEO baru, Mathys Boeren. Sebelum bergabung, Boeren telah bekerja di industri pangan dan bahan makanan selama lebih dari 25 tahun, termasuk di sejumlah perusahaan seperti Unilever, Givaudan, Symrise dan Kerry. Lebih lagi, dia menjadi penasihat bagi usaha-usaha rintisan di sektor pangan lestari, terutama tentang atribut produk dan selera konsumen.

Boeren berkata, “Keunggulan utama kami adalah keahlian terpadu sebagai pendukung, operator, dan investor yang menyediakan solusi dan dukungan yang dirancang secara khusus. Berkat solusi dan dukungan ini, kalangan perusahaan teknologi pangan yang baru dirintis mampu melalui setiap tahap dalam siklus pertumbuhannya. Dengan dukungan kami untuk mengatasi kendala friction-to-adoption, perusahaan teknologi pangan dapat mempercepat pengembangan produk dan uji coba, serta peningkatan skala usaha dan pengembangan bisnis. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan konsumen di Asia dengan pangan yang lezat, segar, terlacak, dan lestari”.

Mempercepat Pengembangan Produk dan Proses dengan Food Tech Innovation Centre (FTIC)

Asia Sustainable Foods Platform dan Singapore Institute of Food & Biotechnology Innovation (SIFBI) yang dibentuk A*STAR telah berkomitmen menanamkan investasi senilai lebih dari S$ 30 juta pada Food Tech Innovation Centre (FTIC) selama tiga tahun ke depan. FTIC menyediakan infrastruktur dan layanan yang dirancang secara khusus bagi usaha rintisan teknologi pangan potensial.

FTIC akan menjadi gerai terpadu yang memberikan akses bagi usaha rintisan teknologi pangan terhadap fasilitas uji coba berstandar pangan, dilengkapi alat-alat ekstrusi dan fermentasi, laboratorium bersama, dapur uji coba, ruang kerja bersama, serta keahlian litbang A*STAR yang lengkap.

“Melalui FTIC, SIFBI gembira berkolaborasi dengan Asia Sustainable Foods Platform yang baru dibentuk Temasek. Kolaborasi ini akan menyediakan keahlian uji coba yang sangat diperlukan perusahaan Alternative Protein (AP) guna mempersingkat tahap komersialisasi. Kami berharap, kolaborasi ini akan membantu kalangan perusahaan AP, dan berkontribusi besar terhadap industri teknologi pangan yang berkembang pesat dan dinamis di Singapura,” jelas Dr. Hazel Khoo, Executive Director, SIFBI.

Kolaborasi ini akan mengatasi kendala yang dihadapi perusahaan teknologi pangan ketika meluncurkan inovasinya ke pasar, seperti waktu tunggu untuk memakai fasilitas dan peralatan uji coba; keterbatasan keahlian pengembangan produk dan proses; serta, kesulitan menghadapi proses regulasi, dan pemahaman atas pasar-pasar yang kurang dikenal di wilayah-wilayah lain di Asia.

FTIC juga gembira mengumumkan bahwa mitra pertamanya, Next Gen Foods, akan mendirikan pusat litbang dan inovasi global di FTIC. Next Gen Foods adalah usaha rintisan di sektor pangan yang menciptakan makanan lezat, bernutrisi, dan lestari yang terbuat dari tanaman—berawal dari produk ayam yang terbuat dari tanaman, TiNDLE, kini tersedia di lebih dari 150 restoran di tujuh pasar di Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

“Next Gen Foods bertekad menciptakan makanan yang terbuat dari tanaman, tak hanya bersifat lestari, namun juga lezat, bernutrisi, dan berskala luas,” ujar Timo Recker, Salah Satu Pendiri dan Executive Chairman, Next Gen Foods.

“Upaya tersebut hanya tercapai melalui komitmen terhadap inovasi produk dan pertumbuhan berkelanjutan. Kami gembira menjadi perusahaan pertama yang mendirikan fasilitas di FTIC yang baru diluncurkan. Hal ini menjadi pencapaian penting yang memperkuat komitmen kami sebagai pelaku industri global yang berdampak positif di Singapura. Kami mengapresiasi mitra-mitra kami di Asia Sustainable Foods Platform yang didirikan A*STAR dan Temasek, khususnya dukungan mereka terhadap misi kami, yakni menciptakan sistem pangan yang lebih baik bagi generasi masa depan”.

Keahlian Produksi Bersama (Co-manufacturing) yang Melibatkan Pelaku-Pelaku Industri Terkemuka

Asia Sustainable Foods Platform menjajaki dua usaha patungan dengan sejumlah pemimpin industri global di sektor protein yang terbuat dari tanaman dan mikrob.

Kolaborasi telah terjalin dengan CREMER, perusahaan multinasional asal Jerman yang bergerak di sektor pangan pertanian dan menguasai keahlian memproduksi protein yang terbuat dari tanaman, dalam bentuk usaha patungan.

Kolaborasi ini akan melengkapi keahlian manufaktur Asia Sustainable Foods Platform untuk produk protein yang terbuat dari tanaman. Kunci penting dalam proses ini adalah high moisture extrusion (HME), sebuah teknologi baru untuk membuat protein bertekstur yang sangat menyerupai daging ketimbang teknik produksi lainnya. Investasi Asia Sustainable Foods Platform dalam pengelolaan usaha patungan tersebut menunggu seluruh perizinan yang diperlukan dari instansi berwenang.

Mengingat teknologi ini masih baru, keahlian CREMER dalam contract manufacturing dan pengelolaan pabrik-pabrik HME lain di seluruh dunia sangat membantu kalangan perusahaan yang bergerak dalam sektor tersebut. Jumlah perusahaan yang menguasai keahlian dan kapasitas HME masih terbatas, khususnya di Asia.

“Bagi CREMER, pelanggan selalu menjadi prioritas dalam pengambilan keputusan. Kami selalu meningkatkan dan mengembangkan layanan dan produk bernilai tambah bagi masa depan pelanggan. Pangan lestari dan sehat yang terbuat dari tanaman semakin berperan mendukung ekosistem pangan global. Untuk itu, CREMER ingin menggerakkan tren tersebut dengan menyumbangkan keahlian produksi yang telah dikuasai selama puluhan tahun. Dengan menghadirkan keahlian HME di Asia, CREMER menyediakan dukungan manufaktur bagi komunitas produsen pangan yang terbuat dari tanaman di wilayah tersebut,” ujar Damian Krueger, General Manager, Sustainable Nutrition, CREMER.

Asia Sustainable Foods Platform juga menjalin kontrak kerja sama dengan ADM, pemimpin industri nutrisi global. Kedua pihak membentuk usaha patungan yang menyediakan layanan contract development dan contract manufacturing untuk membuat protein mikrob lewat fermentasi presisi.

Keahlian global ADM dan teknik inovatifnya yang berbasis pada fermentasi, akan membantu perusahaan teknologi pangan yang berskala lebih kecil. Dengan bantuan ADM, kalangan perusahaan ini dapat memperluas skala inovasi fermentasi secara efisien ke tahap uji coba. Proyek tersebut didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB).

“Kami telah berbincang dengan kalangan inovator, mulai usaha rintisan hingga produsen pangan terkemuka, di Singapura dan Asia Pasifik. Mereka mencari dan membutuhkan sebuah mitra yang mendukung teknologi fermentasi presisi berstandar pangan,” jelas Joe Taets, President, Asia Pasifik, ADM.

“Usaha patungan pertama dan satu-satunya di Singapura ini akan memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan demikian, perkembangan industri protein alternatif terus berlanjut di Asia Pasifik”.

“EDB gembira mendukung Asia Sustainable Foods Platform yang dibentuk ADM dan Temasek untuk membangun keahlian fermentasi presisi di Singapura. Usaha patungan tersebut memenuhi kebutuhan inovator dalam mengembangkan dan meningkatkan skala solusi berbasiskan fermentasi. Berkat dukungan ini, kalangan inovator dapat melayani pelanggan global dari Singapura. Dukungan ini juga memperkuat ekosistem pangan pertanian kami dengan memastikan bahwa infrastruktur dan keahlian teknologi yang tepat tersedia guna menggerakkan inovasi teknologi pangan pertanian,” kata Damian Chan, Executive Vice President, Singapore Economic Development Board.

- Advertisement -Iklan
- Advertisement -Iklan
Must Read
- Advertisement -Iklan
Related News
- Advertisement -Iklan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here