spot_img
spot_img
BerandaUncategorizedSultan Sesalkan Sikap Sri Mulyani Tentang Skandal Keuangan di Kemenkeu RI

Sultan Sesalkan Sikap Sri Mulyani Tentang Skandal Keuangan di Kemenkeu RI

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin, menyesalkan sikap Menteri Keuangan yang menganggap dirinya tidak mengetahui jika terdapat lebih dari 200 laporan PPATK yang terkonfirmasi secara resmi ke kementerian keuangan.

Hal ini disampaikan Sultan ketika merespons skandal keuangan pada Dirjend Pajak dan bea cukai kementerian keuangan RI

Sultan mengatakan, adanya dugaan transaksi gelap yang terakumulasi hingga Rp 300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak tahun 2009 tersebut membuktikan bahwa kementerian keuangan tidak menghargai mekanisme pengawasan eksternal sekaligus enggan melaksanakan sistem pengawasan internal.

“Mengingat skandal keuangan ini sudah berjalan sejak lama secara sistematis dan terstruktur, Kami mendorong agar dugaan mega skandal yang terkait dengan 460 pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Kemenkeu ini harus segera ditindaklanjuti dengan proses investigasi dan penyelidikan oleh tim independen secara transparan, “ ujar Wakil ketua DPD RI ini.

Dia mengatakan, DPD RI secara kelembagaan melalui komite IV akan memanggil Saudari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati untuk meminta keterangan dan pertanggungjawaban atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan terhadap para pegawai di lingkungan kementerian keuangan dan ketidakpedulian terhadap temuan dan laporan PPATK terkait transaksi gelap di internal kementerian keuangan selama ini.

Skandal keuangan yang notabene bersumber pada dirjen pajak dan bea cukai kementerian keuangan tersebut tentunya siginifikan mempengaruhi capaian penerimaan negara dari pajak.

“Kasus ini secara langsung sangat melukai perasaan publik yang telah diberlakukan dengan aturan pajak yang ketat dan selalu patuh dalam membayar pajak selama ini,” ujar Wakil ketua DPD RI ini.

Dalam rangka menjaga reputasi kementerian keuangan khususnya Dirjend Pajak kami Mendorong lembaga penegakan hukum seperti KPK dan kejaksaan agung RI bersama PPATK untuk menelusuri jejak aliran dana tersebut.

- Advertisement -spot_img

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.