JAKARTA — Kemenangan Kunto Aji di AMI Awards 2026 tak hanya jadi soal piala. Saat namanya diumumkan sebagai Artis Solo Alternatif Terbaik lewat lagu “bERANI”, pesannya di atas panggung justru mengarah kepada mereka yang selama ini berjalan bersamanya para pendengar, dan orang-orang yang suaranya kerap tak terdengar.
“Terima kasih buat pendengar-pendengar saya. Saya ada di sini, saya akan mewakili teman-teman semua, karena tanpa pendengar saya bukan siapa-siapa. Untuk suara-suara tak terdengar di luar sana, akan sebisa mungkin saya suarakan. Power to the people,” kata Kunto Aji.
Ucapan itu jadi salah satu momen paling berkesan malam penghargaan tersebut. Di tengah sorotan atas kemenangan “bERANI”, Kunto Aji memilih menegaskan bahwa musik tak pernah berjalan sendirian. Ada pendengar yang memberi makna pada lagu, serta banyak suara di luar panggung yang masih menunggu ruang untuk didengar.

Dirilis pada 25 Juni 2026 sebagai single pembuka album keempatnya, Kuda Hitam, “bERANI” bercerita tentang keberanian untuk tetap hadir dan menjaga orang yang dicintai di tengah ketidakpastian.
Lirik “Melati, sehancur apapun itu, aku akan menjagamu” dan “kita mulai lagi dari puing-puing” membuat lagu ini terasa lebih luas dari sekadar kisah cinta. Ada janji untuk bertahan, menemani, dan mencoba membangun kembali setelah keadaan runtuh.
Pesan itu terasa dekat dengan situasi Indonesia hari ini. Saat banyak orang menghadapi ketidakpastian, Kunto mengingatkan bahwa menjaga satu sama lain dan memberi ruang bagi suara yang terabaikan bisa menjadi alasan untuk terus melangkah.

Bagi Kunto Aji, piala ini mungkin menjadi pengakuan atas “bERANI”. Namun, pidatonya membawa pesan lain: kemenangan terasa lebih berarti ketika suara banyak orang ikut dibawa ke atas panggung.


