Independen Ekspos | Industri teknologi global menghadapi tekanan besar dari satu sumber utama. Chip memori. Permintaan masif dari infrastruktur kecerdasan buatan menyerap pasokan dunia. Dampaknya langsung terasa ke harga RAM dan produk konsumen. Ponsel, laptop, hingga konsol gim ikut terdorong naik. Pasar pun bereaksi dengan perlambatan penjualan.
AI Menyedot Pasokan Chip Memori Dunia
Perusahaan teknologi Amerika Serikat membangun infrastruktur AI secara agresif. OpenAI, Google, dan Microsoft memesan chip memori dalam jumlah besar. Produsen memprioritaskan pasokan ke pusat data karena margin lebih tinggi.
Kondisi ini mengurangi alokasi chip untuk perangkat konsumen. Produsen memori dunia kesulitan mengejar permintaan. Samsung, SK Hynix, dan Micron menyampaikan hal yang sama dalam laporan kinerja terbaru. Mereka mencatat laba kuartalan tinggi karena harga semikonduktor melonjak, tetapi pasokan tetap ketat.
Chip memori kini menjadi komponen paling diperebutkan di industri teknologi global.
Harga RAM Naik Tajam dan Belum Akan Turun
Lonjakan harga RAM terjadi cepat dan dalam skala besar. Counterpoint memperkirakan harga memori naik 40 persen hingga 50 persen pada kuartal pertama tahun ini. Kenaikan itu menyusul lonjakan sekitar 50 persen sepanjang tahun lalu.
Distributor semikonduktor Fusion Worldwide mencatat kasus ekstrem. Beberapa produk mengalami inflasi harga hingga 1.000 persen dalam dua kuartal terakhir. Tren kenaikan masih berlanjut.
Artinya jelas. Harga RAM belum mencapai puncak. Tekanan biaya akan bertahan setidaknya hingga tahun depan.
Produsen Gadget Dipaksa Naikkan Harga
Kenaikan biaya chip memori memaksa produsen mengambil keputusan sulit. Mereka harus menanggung biaya dan memangkas margin, atau menaikkan harga jual ke konsumen.
Sejumlah perusahaan memilih opsi kedua. HP mengumumkan kenaikan harga PC karena biaya chip memori yang signifikan. Raspberry Pi menyebut lonjakan biaya sebagai sesuatu yang menyakitkan saat mengumumkan penyesuaian harga produknya.
TrendForce mencatat rencana Dell dan Lenovo untuk menaikkan harga hingga 20 persen pada awal 2026.
Harga RAM menjadi pemicu utama perubahan harga perangkat.
Permintaan Konsumen Mulai Melemah
Harga yang lebih tinggi langsung menekan minat beli. Lembaga riset IDC dan Counterpoint kini memprediksi penurunan penjualan ponsel global minimal 2 persen tahun ini. Proyeksi itu berbalik arah dari perkiraan pertumbuhan beberapa bulan sebelumnya. Jika terjadi, ini menjadi penurunan tahunan pertama sejak 2023.
Pasar PC menghadapi tekanan lebih berat. IDC memperkirakan pasar PC menyusut 4,9 persen pada 2026 setelah tumbuh 8,1 persen tahun lalu.
Pasar konsol gim juga tidak luput. TrendForce memproyeksikan penurunan penjualan 4,4 persen tahun ini setelah pertumbuhan 5,8 persen pada 2025.
Kenaikan harga RAM mengubah peta permintaan global.
Perangkat Murah Paling Terpukul
Dampak paling kuat terasa di segmen bawah dan menengah. Produsen ponsel seperti Xiaomi dan TCL, serta produsen PC seperti Lenovo, menghadapi tekanan besar. Margin mereka lebih tipis. Ruang untuk menyerap biaya sangat terbatas.
Analis menilai kenaikan harga akan cepat diteruskan ke konsumen. Risiko penurunan volume penjualan menjadi lebih tinggi dibanding produsen premium.
Dalam tiga bulan terakhir 2025, saham Raspberry Pi, Xiaomi, Dell, HP, dan Lenovo turun. Xiaomi mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 27,2 persen.
Pasar modal membaca tekanan biaya sebagai ancaman serius terhadap pertumbuhan.
Ritel Elektronik Ikut Terimbas
Tekanan tidak berhenti di produsen. Peritel elektronik juga menghadapi risiko. Best Buy sebelumnya sudah memperingatkan bahwa kenaikan harga akibat tarif dapat menahan minat beli.
Kini tekanan bertambah dari sisi komponen. Harga jual yang lebih tinggi membuat konsumen menunda pembelian. Siklus penggantian perangkat menjadi lebih panjang.
Efek domino dari harga RAM mulai merambat ke seluruh rantai industri.
Apple Punya Daya Tahan Lebih Kuat
Di tengah tekanan global, Apple berada pada posisi relatif lebih aman. Skala bisnis besar, jaringan pemasok luas, dan kekuatan harga memberi perlindungan tambahan.
Apple biasanya mempertahankan harga iPhone di Amerika Serikat tetap stabil setiap peluncuran September. Tahun lalu, perusahaan menyerap ratusan juta dolar biaya terkait tarif tanpa membebankannya ke konsumen.
Apple menggunakan kontrak jangka panjang untuk pembelian chip. Skema ini lebih stabil dibanding harga spot yang fluktuatif. Strategi tersebut memberi harga lebih baik dan kepastian pasokan.
Namun, Apple tidak sepenuhnya kebal. Kenaikan biaya input tetap berpotensi mendorong penyesuaian harga di masa depan.
Dilema Besar Industri Teknologi
Kondisi ini menempatkan industri pada persimpangan sulit. Permintaan AI mendorong laba produsen chip. Di sisi lain, konsumen menanggung harga perangkat lebih mahal.
Analis menilai sebagian biaya akan tetap diteruskan ke konsumen. Skala kekurangan pasokan terlalu besar untuk diserap sepenuhnya oleh produsen.
Penjualan perangkat konsumen diperkirakan bergerak lebih lambat pada 2026. Perusahaan harus menjual produk di tengah tekanan inflasi yang lebih luas.
Harga RAM menjadi simbol konflik antara ledakan AI dan daya beli konsumen.
Jadwal Laporan Keuangan Jadi Penentu Arah
Pasar kini menunggu sinyal lanjutan dari laporan keuangan. Apple dijadwalkan melaporkan kinerja pada 29 Januari. Dell menyusul pada 26 Februari. Xiaomi biasanya merilis laporan pada akhir Maret.
Laporan ini akan memberi gambaran sejauh mana perusahaan mampu mengelola kenaikan biaya chip memori.
Investor dan konsumen sama-sama menanti arah kebijakan harga berikutnya.
Lonjakan harga chip memori mengubah lanskap industri teknologi global. Infrastruktur AI menyerap pasokan dunia dan mendorong harga RAM naik tajam. Produsen gadget terpaksa menaikkan harga. Permintaan konsumen melemah. Segmen perangkat murah paling terdampak. Apple memiliki posisi lebih kuat, tetapi tetap menghadapi risiko. Selama pasokan memori tetap ketat, tekanan harga belum akan mereda.



