Strategi Prabowo Subianto Berhasil Memecah Soliditas PDIP

Redaksi

Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dinilai berhasil memecah soliditas PDIP. Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam.

Bahkan dia mengaku salut atas strategi yang digunakan Prabowo Subianto. Baru saja Capres Partai Gerindra ini bertemu Budiman Sudjatmiko, mantan aktivis 98 yang jadi kader PDIP. Padahal sebelumnya, Prabowo juga bertemu Effendi Simbolon dan Gibran Rakabuming Raka.

Umam mengatakan, hal itu mengindikasikan kian terpecahnya barisan internal PDIP yang seharusnya mendukung Ganjar Pranowo. Apalagi, seusai pertemuan, Budiman Sudjatmiko memuji Prabowo Subianto yang pernah berseberangan dengannya.

Hal ini tentu signal keras bahwa Budiman Sudjatmiko mendukung Prabowo. “Manuver Budiman kali ini tampaknya betul-betul di luar kontrol PDIP,” ujarnya, Kamis (20/7/2023).

“Langkah itu dia lakukan sebagai reaksi atas upaya pihak-pihak tertentu di internal PDIP yang mencoba meminggirkan perannya di PDIP,” taambahnya.

Hal itu menurut Umam, diindikasikan karena diberikannya posisi pencalegan yang tidak layak bagi Budiman, dan tidak dilibatkan dalam tim pemenangan pencapresan Ganjar Pranowo.

Sehingga, Budiman merasa tidak punya beban dan memilih untuk menjadi ‘partikel bebas’ yang seolah tidak ingin didikte oleh aturan organisasi konstitusi PDIP.

“Di sisi lain merapatnya Budiman ke Prabowo ini juga menunjukkan sinyal kian kuatnya konsolidasi kalangan mantan aktivis 98 di lingkaran Prabowo Subiyanto,” ujarnya.

Hal ini menurut Umam sangat unik sekaligus ironis. Unik karena Prabowo akhirnya bisa meyakinkan simpul-simpul jaringan kekuatan yang dulu sangat efektif mendegradasinya di Pilpres 2014 dan 2019.

Namun, juga ironis karena sejarah Reformasi 1998 juga mewariskan tanggung jawab moral perjuangan kepada jaringan aktivis 98 yang kini bertransformasi jadi politisi dan sel-sel relawan itu.

“Tentunya manuver ini akan memantik kekecewaan besar dari masyarakat yang masih peduli sejarah reformasi, namun nature politik hari ini memang telah berubah,” ungkap Umam.

Sebelumnya, politisi PDIP Budiman Sudjatmiko bertemu telah rampung melakukan pertemuan dengan bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran, Jakarta Selatan pada Selasa (18/7/2023) malam.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama dua jam. Seusai melakukan pertemuan, Budiman pun menilai bahwa Prabowo menjadi salah satu figur yang layak menjadi pemimpin masa depan.

“Saya berharap Pak Prabowo sehat, teruskan tugas, tunaikan tugas, dan saya ingin orang Indonesia layak untuk mendapatkan orang terbaik, salah satunya Pak Prabowo,” ujar Budiman.

Budiman pun merasa banyak memiliki kesamaan pandangan kepimimpinan dengan Prabowo. Di antaranya, keduanya ingin membawa Indonesia bangkit di tengah banyaknya turbulensi.

“Saya mengapresiasi dan merasa bahwa Pak Prabowo itu mewakili satu cara pandang kepemimpinan politik yang cocok dengan saya dalam pengertian suatu bangsa yang ingin bangkit di tengah turbulensi,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Budiman, diperlukan sosok yang kepemimpinan yang berasal dari intelejen dan aktivis untuk menghadapi krisis global. Gabungan dua kepimpinan itu diyakini dapat menghadapi berbagai persoalan bangsa.

“Karena kalau ada orang politik latar belakangnya intelijen atau tentara, atau latar belakangan aktivis, kedua orang itu biasanya mampu berbicara hal-hal strategis secara komperhensif,” ujarnya.

Leave a Comment