BerandaProdukBelanja Online Makin Agresif, Ini Produk yang Paling Diburu Konsumen di Marketplace

Belanja Online Makin Agresif, Ini Produk yang Paling Diburu Konsumen di Marketplace

Independen Ekspos | Belanja online kini menjadi kebiasaan. Dari makanan sampai tanaman, semua tersedia di aplikasi belanja online dan marketplace. Konsumen tidak lagi datang ke toko fisik. Mereka cukup membuka ponsel, mencari produk, lalu membayar.

Namun ada satu hal yang tidak berubah. Orang tetap butuh referensi sebelum membeli. Karena tidak bisa melihat barang secara langsung, konsumen mengandalkan ulasan dan percakapan di media sosial.

Data menunjukkan percakapan tentang belanja produk meningkat 175 persen hingga Juni 2021. Angka ini menandakan lonjakan minat terhadap informasi produk di ruang digital.

Lalu, produk apa yang paling sering dibeli secara online? Dan bagaimana ulasan di media sosial memengaruhi keputusan konsumen?

Percakapan Produk Melonjak 175 Persen

Ketika konsumen tidak bisa memegang barang secara langsung, mereka mencari validasi. Mereka membaca pengalaman orang lain. Mereka mencari rekomendasi. Mereka membandingkan harga.

Survei Twitter mencatat percakapan seputar belanja meningkat hingga 175 persen sampai Juni 2021. Konsumen aktif mencari dan membicarakan:

  • Brand
  • Rekomendasi produk
  • Best deal
  • Diskon

Artinya, media sosial tidak hanya menjadi tempat berbagi opini. Platform ini juga menjadi ruang riset sebelum membeli.

Bagaimana Paparan Produk Mempengaruhi Konsumen?

Paparan produk di Twitter terbukti mengubah perilaku konsumen. Survei menunjukkan tiga dampak utama.

1. Konsumen Mencari Informasi Lebih Dalam

Sebanyak 76,6 persen responden mengaku terdorong untuk mencari informasi lebih banyak setelah melihat produk atau brand di Twitter.

Mereka tidak langsung membeli. Mereka mengecek spesifikasi. Mereka membaca ulasan tambahan. Mereka membandingkan dengan produk lain.

Langkah ini menunjukkan proses pembelian kini lebih berbasis informasi.

2. Dorongan Menggunakan Kupon dan Diskon

Sebanyak 58,4 persen responden terdorong untuk menggunakan kupon atau kode diskon setelah terpapar informasi produk di Twitter.

Diskon menjadi pemicu keputusan. Konsumen lebih responsif terhadap promo yang dibagikan atau dibicarakan di media sosial.

3. Menghabiskan Waktu untuk Mencari Best Deal

Sebanyak 40,5 persen responden terinspirasi untuk menghabiskan lebih banyak waktu mencari penawaran terbaik.

Mereka tidak hanya melihat satu toko. Mereka membandingkan harga antar marketplace. Mereka mengecek promo tambahan. Mereka menghitung ongkos kirim.

Belanja online berubah menjadi proses berburu penawaran.

Peran Ulasan dalam Keputusan Pembelian

Dwi Adriansah, Country Industry Head Twitter Indonesia, menyatakan:

“Ulasan di Twitter membantu konsumen untuk memutuskan produk apa yang ingin mereka beli. Pandemi telah mempengaruhi pertumbuhan belanja online karena pergeseran perilaku konsumen yang telah menjadikan belanja online sebagai hal yang lumrah, mengingat mereka lebih banyak berada di rumah selama pandemi. Hal ini sekaligus menunjukkan akselerasi belanja online yang meningkat dari tahun ke tahun.”

Pernyataan ini menegaskan satu hal. Ulasan menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.

Konsumen percaya pada pengalaman pengguna lain. Mereka melihat testimoni sebagai referensi nyata. Ketika banyak orang membicarakan satu produk, rasa ingin tahu meningkat.

Produk yang Paling Sering Dibeli Ketika Belanja Online

Survei juga mengungkap kategori produk yang paling banyak dibeli secara online. Data ini menunjukkan prioritas konsumen.

1. Perawatan Pribadi 50 Persen

Produk perawatan pribadi menjadi kategori teratas dengan 50 persen.

Kategori ini mencakup kebutuhan seperti skincare, sabun, sampo, dan produk kebersihan diri.

Permintaan tinggi menunjukkan konsumen nyaman membeli produk perawatan tanpa melihat langsung barangnya.

2. Pakaian dan Alas Kaki 49 Persen

Sebanyak 49 persen responden membeli pakaian atau alas kaki secara online.

Konsumen biasanya melihat foto produk, membaca deskripsi ukuran, lalu mengecek ulasan pembeli lain sebelum memutuskan.

Kepercayaan terhadap sistem retur dan ulasan pelanggan ikut mendorong pembelian di kategori ini.

3. Produk Teknologi 33 Persen

Produk teknologi dibeli oleh 33 persen responden.

Kategori ini meliputi perangkat elektronik dan gadget.

Pembelian produk teknologi biasanya disertai riset mendalam. Konsumen membaca spesifikasi, membandingkan harga, dan mencari promo tambahan.

4. Kebutuhan Sehari-hari 22 Persen

Sebanyak 22 persen membeli kebutuhan sehari-hari secara online.

Produk ini mencakup barang konsumsi rutin.

Kemudahan pengiriman menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian.

5. Peralatan Rumah Tangga 21 Persen

Peralatan rumah tangga dibeli oleh 21 persen responden.

Konsumen biasanya memperhatikan ulasan dan rating sebelum membeli produk rumah tangga secara online.

6. Obat dan Suplemen 14 Persen

Sebanyak 14 persen membeli obat dan suplemen secara online.

Kategori ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap platform digital untuk memenuhi kebutuhan kesehatan.

7. Produk Asuransi 2 Persen

Produk asuransi berada di angka 2 persen.

Angka ini menunjukkan kategori finansial masih memiliki ruang pertumbuhan di platform online.

Mengapa Konsumen Semakin Aktif Mencari Review?

Belanja online ibarat membeli barang dalam kotak tertutup. Konsumen tidak bisa menyentuh produk. Mereka tidak bisa mencoba langsung.

Karena itu, ulasan menjadi jembatan informasi.

Ketika seseorang membagikan pengalaman menggunakan produk, pembeli lain merasa mendapat gambaran nyata. Mereka melihat kelebihan dan kekurangan berdasarkan pengalaman pengguna.

Data menunjukkan 76,6 persen terdorong mencari informasi lebih lanjut setelah melihat produk di Twitter. Ini membuktikan proses pembelian tidak lagi spontan. Konsumen menjalani tahapan riset sebelum checkout.

Diskon dan Best Deal Jadi Magnet

Lebih dari setengah responden tertarik menggunakan kupon atau kode diskon setelah terpapar informasi produk.

Diskon memberi rasa nilai tambah. Konsumen merasa mendapat harga lebih rendah dari harga normal.

Sebanyak 40,5 persen bahkan menghabiskan lebih banyak waktu mencari penawaran terbaik. Mereka membandingkan toko, memantau promo, dan menunggu waktu yang tepat untuk membeli.

Perilaku ini menunjukkan konsumen semakin rasional dalam mengambil keputusan.

Belanja Online Jadi Kebiasaan Baru

Pandemi memicu perubahan perilaku. Konsumen lebih banyak berada di rumah. Aktivitas belanja beralih ke platform digital.

Dwi Adriansah menyebut pergeseran ini menjadikan belanja online sebagai hal yang lumrah. Pertumbuhan belanja online mengalami akselerasi dari tahun ke tahun.

Data percakapan yang meningkat 175 persen memperkuat pernyataan tersebut. Konsumen tidak hanya membeli. Mereka juga berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memberi rekomendasi.

Marketplace dan Media Sosial Saling Menguatkan

Marketplace menyediakan produk. Media sosial menyediakan ruang diskusi.

Kombinasi ini membentuk ekosistem belanja baru. Konsumen menemukan produk di satu platform, lalu mencari ulasan di platform lain. Setelah yakin, mereka kembali ke marketplace untuk membeli.

Proses ini menunjukkan keputusan pembelian tidak terjadi dalam satu langkah. Konsumen melalui tahapan paparan, pencarian informasi, evaluasi, lalu transaksi.

Apa Arti Data Ini bagi Brand dan Penjual?

Data menunjukkan konsumen aktif mencari informasi sebelum membeli. Artinya, kehadiran brand di ruang percakapan digital menjadi penting.

Ulasan positif membantu meningkatkan minat. Diskon dan promo mendorong transaksi. Informasi yang jelas mempercepat keputusan.

Kategori perawatan pribadi dan fashion mendominasi pembelian online. Produk teknologi juga memiliki pasar kuat. Sementara kategori seperti asuransi masih memiliki peluang pengembangan.

Belanja online berkembang pesat dan membentuk pola baru dalam perilaku konsumen. Percakapan produk meningkat 175 persen, menunjukkan tingginya minat terhadap informasi sebelum membeli. Sebanyak 76,6 persen konsumen terdorong mencari detail tambahan, 58,4 persen tertarik menggunakan diskon, dan 40,5 persen aktif memburu penawaran terbaik. Produk perawatan pribadi, pakaian, dan teknologi menjadi kategori paling banyak dibeli. Data ini menegaskan bahwa ulasan, diskon, dan diskusi digital memegang peran penting dalam keputusan pembelian di marketplace.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses