BerandaHukumTeror Air Keras Andrie Yunus: TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota

Teror Air Keras Andrie Yunus: TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota

Serangan Malam Itu: Dari Siniar ke Rumah Sakit

Independen Ekspos | Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus belum menemukan titik terang. Serangan terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Saat itu, Andrie baru selesai merekam siniar bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI, Menteng. Ia lalu pulang menggunakan sepeda motor.

Sekitar pukul 23.37 WIB, dua orang yang berboncengan mendekat dari arah berlawanan di Jalan Talang. Salah satu pelaku menyiramkan cairan kimia ke arah tubuh Andrie.

Apa dampaknya?

Korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen. Luka terdapat di tangan, wajah, dada, dan mata. Mata kanan mengalami trauma kimia berat hingga terjadi penurunan penglihatan dan kerusakan kornea.

Andrie langsung dilarikan ke RSCM dan masih menjalani perawatan intensif.

Pola Serangan: Apakah Ini Aksi Acak?

Tim kuasa hukum melihat pola yang tidak biasa.

Alghiffari Aqsa menyatakan serangan ini sulit dianggap spontan.

“Sulit membayangkan pelakunya merupakan masyarakat sipil. Hal itu didasarkan dengan begitu terorganisasinya tindakan pelaku,” ujarnya.

Ia menyebut ada kemungkinan operasi terstruktur.

Ia bahkan menyebut ini sebagai percobaan pembunuhan yang dirancang.

Tim hukum juga menduga ada lebih dari sekadar pelaku lapangan.

“Ada aktor intelektual, juga ada pendananya,” katanya.

Empat Orang, 86 CCTV, dan 2.610 Rekaman

Polisi tidak bekerja dengan asumsi. Mereka mengumpulkan data.

Hasil awal menunjukkan pelaku lebih dari dua orang. Penyidik menduga sedikitnya empat orang terlibat, dari perencanaan hingga eksekusi.

Korban diduga sudah diikuti sejak sore hari dari kantor YLBHI.

Setelah menyerang, para pelaku kabur dan berpencar.

Berapa banyak bukti visual yang dikumpulkan?

  • 86 titik CCTV
  • 2.610 video
  • Total durasi 10.320 menit

Sumber rekaman berasal dari ETLE, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, serta kamera milik warga dan kantor.

Helm Misterius dan Jejak DNA

Polisi menemukan beberapa barang penting di lokasi:

  • Helm korban
  • Helm yang diduga milik pelaku
  • Wadah cairan kimia
  • Pakaian korban

Helm yang diduga milik pelaku menjadi petunjuk kunci.

Kapolres Jakarta Pusat menyebut helm itu mirip dengan yang terlihat di CCTV.

Barang bukti tersebut kini diuji di laboratorium forensik.

Apa yang dicari?

  • Sidik jari
  • DNA pelaku

Penyidik berharap dua bukti ini bisa membuka identitas pelaku.

Kenapa Pelaku Belum Ditangkap?

Pertanyaan ini muncul di publik.

Polisi menjelaskan belum ada penangkapan karena proses masih fokus pada pengumpulan fakta.

“Kami masih melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan analisis CCTV dan jaringan komunikasi,” kata penyidik.

Ada temuan lain yang menarik.

Pelaku terlihat tenang. Mereka bergerak dari satu titik ke titik lain tanpa panik.

Ini memunculkan dugaan bahwa pelaku memiliki latihan atau pengalaman.

Dugaan Baru: Pelaku Bisa Terkena Air Keras Sendiri

Tim advokasi menemukan hal ganjil.

Setelah menyerang, pelaku melepas helm dan membuang botol ungu yang diduga sebagai wadah cairan.

Mengapa melepas helm?

Airlangga Julio menduga pelaku mungkin terkena cipratan air keras sendiri.

“Kami menduga pelaku mungkin terluka karena air keras sendiri yang dia siram,” ujarnya.

Botol tersebut sudah diserahkan ke penyidik.

TNI Lakukan Penyelidikan Internal

Isu keterlibatan aparat muncul di publik.

TNI merespons dengan penyelidikan internal.

Kapuspen TNI menyatakan proses berjalan sejak awal kejadian.

“Kita akan profesional dan transparan,” ujarnya.

TNI juga ingin menghentikan spekulasi.

Mereka memastikan akan menyampaikan perkembangan secara terbuka.

Perintah Presiden: Usut Cepat dan Terbuka

Kasus ini mendapat perhatian dari pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara menyampaikan arahan Presiden.

Presiden memerintahkan pengusutan dilakukan:

  • Objektif
  • Terbuka
  • Secepatnya

Kapolri juga menegaskan hal serupa.

Ia menyebut penyelidikan menggunakan metode ilmiah atau scientific crime investigation.

Tim di lapangan terus mengumpulkan dan mendalami informasi.

Kasus Belum Selesai, Pertanyaan Terus Bertambah

Siapa pelaku sebenarnya?

Apakah ini aksi individu atau operasi terorganisasi?

Apakah ada aktor di balik layar?

Data terus dikumpulkan. Bukti terus diuji.

Namun hingga kini, satu hal masih jelas.

Kasus ini belum selesai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses