BerandaTRENDINGPelecehan Seksual Pimpinan Ponpes Sukabumi Terbongkar, Diduga Preman dan Bukan Lulusan Pesantren

Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes Sukabumi Terbongkar, Diduga Preman dan Bukan Lulusan Pesantren

Pelecehan Seksual di Ponpes Sukabumi Gegerkan Warga

Independen Ekspos – Kasus pelecehan seksual mengguncang sebuah pondok pesantren di Kampung Cikondang, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah santriwati diduga menjadi korban pelecehan seksual atau tindakan tidak senonoh oleh oknum pimpinan pondok pesantren tersebut.

Kuasa hukum orang tua korban, Rangga Suria Danuningrat, menyatakan pihaknya telah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Para korban dijadwalkan menjalani visum pada Selasa pekan depan untuk mendukung proses penyelidikan.

Pimpinan Ponpes Diduga Bukan Lulusan Pesantren

Informasi mengejutkan terungkap dalam penelusuran kasus pelecehan seksual ini.

Menurut Rangga, oknum pimpinan pesantren tersebut bukan lulusan pesantren. Ia bahkan disebut tidak pernah mengenyam pendidikan di lembaga pesantren mana pun.

“Menurut warga sekitar dia itu memang preman. Tiba-tiba hilang tiga tahun, datang sudah jadi dai,” ujar Rangga saat dihubungi pada Jumat, 27 Februari 2026.

Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa latar belakang pendidikan keagamaan terduga pelaku tidak jelas.

Ponpes Diduga Tidak Terdaftar di Kemenag

Fakta lain yang mencuat, pondok pesantren tersebut diduga tidak terdaftar di Kementerian Agama.

LBH Pro Ummat menyebut pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada Kemenag. Hasilnya, lembaga pendidikan itu tidak tercatat secara resmi.

Status tidak terdaftar ini menimbulkan pertanyaan soal pengawasan dan legalitas operasional pondok pesantren tersebut.

Awal Berdiri Didukung Warga dan Donasi Besar

Pada awal kemunculannya, masyarakat setempat menerima kehadiran sosok tersebut.

Warga bahkan bergotong royong mengumpulkan dana hingga Rp12 juta untuk mendukung pembangunan pondok pesantren. Setelah itu, pengajuan bantuan ke pihak luar negeri disebut menghasilkan dana sekitar Rp500 juta.

Dana tersebut membuat pembangunan pesantren berkembang pesat. Jumlah santri meningkat dan bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak.

Modus Dugaan Pelecehan Terungkap

Dalam laporan yang diterima, terduga pelaku diduga melakukan pelecehan seksual dengan mencium para korban.

Ia juga disebut mengajak santriwati ke tempat hiburan malam karaoke. Dugaan ini menjadi bagian dari materi laporan yang kini ditangani aparat kepolisian.

Terduga Pelaku Dikabarkan Umroh

Saat laporan masuk, terduga pelaku diketahui sedang menjalankan ibadah umroh.

Informasi terakhir menyebutkan ia dijadwalkan kembali ke Indonesia hari ini. Pihak korban berharap kepolisian segera mengambil langkah hukum setelah yang bersangkutan tiba.

Korban Tunggu Proses Hukum

Pihak korban menegaskan mereka menunggu proses penyelidikan berjalan secara tuntas.

“Kami berharap polisi bisa mengusut tuntas dan menangkap pelaku serta memberikan hukuman setimpal agar tidak ada kejadian serupa di tempat lain,” kata Rangga.

Kasus ini kini dalam penanganan aparat penegak hukum. Publik menanti perkembangan lanjutan dari proses penyidikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses