Independen Ekspos | Tim nasional Senegal memastikan gelar juara Piala Afrika 2025 usai mengalahkan Maroko 1-0 pada laga final di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Minggu 18 Januari 2026 waktu setempat. Gol penentu kemenangan tercipta pada babak tambahan waktu melalui Pape Gueye.
Kemenangan ini menjadi gelar kedua Senegal di Piala Afrika. Trofi pertama mereka diraih pada edisi 2021. Bagi Maroko, hasil ini memperpanjang penantian gelar yang terakhir diraih pada 1976.
Jalannya Laga Sejak Menit Awal
Sejak awal pertandingan, Senegal tampil menekan. Pape Gueye sempat mengancam lewat sundulan yang digagalkan kiper Maroko, Yassine Bounou. Iliman Ndiaye juga menciptakan peluang, namun Bounou kembali melakukan penyelamatan.
Maroko merespons pada babak kedua. Ayoub El Kaabi dan Abde Ezzalzouli mendapat peluang, tetapi penyelesaian akhir mereka tidak menghasilkan gol. Skor 0-0 bertahan hingga akhir waktu normal.
Penalti Kontroversial dan Aksi Walk Out
Drama terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua. Senegal sempat mencetak gol melalui situasi bola mati, tetapi wasit menganulirnya karena pelanggaran oleh Abdoulaye Seck. Tayangan ulang memperlihatkan kontak yang minim dengan Achraf Hakimi.
Tak lama berselang, Maroko mendapat hadiah penalti setelah wasit menilai El Hadji Malick Diouf menarik Brahim Diaz di kotak terlarang. Keputusan diambil setelah tinjauan VAR oleh wasit Jean-Jacques Ndala.
Keputusan ini memicu protes keras. Pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk penolakan. Kericuhan terjadi di area lapangan. Beberapa pemain cadangan terlibat adu mulut. Suporter turun ke area fotografer dan mencoba masuk ke lapangan. Polisi membentuk barikade untuk mengamankan situasi.
Pertandingan terhenti sekitar 14 menit. Setelah situasi terkendali, para pemain kembali ke lapangan dan laga dilanjutkan.
Mendy Gagalkan Penalti, Senegal Bangkit
Brahim Diaz maju sebagai eksekutor penalti pada detik terakhir waktu normal. Ia mencoba mengeksekusi dengan gaya Panenka. Kiper Senegal, Édouard Mendy, dengan mudah menangkap bola.
Skor tetap imbang dan pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Momentum berbalik ke pihak Senegal.
Gol Penentu di Extra Time
Pada menit ke-94, atau menit keempat babak tambahan pertama, Pape Gueye mencetak gol kemenangan. Ia menyambar bola dengan kaki kiri dan mengarahkannya ke sudut kanan atas gawang Maroko. Gol ini menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir. Senegal resmi keluar sebagai juara Piala Afrika 2025.
Pernyataan Pemain dan Pelatih
Pape Gueye menyebut keputusan untuk kembali ke lapangan sebagai faktor penting kemenangan. Ia mengatakan tim tetap fokus setelah insiden penalti dan penyelamatan Mendy memberi dorongan besar.
Pelatih Maroko Walid Regragui menyebut kekalahan ini menyakitkan. Ia menilai penalti di akhir laga seharusnya bisa menjadi penentu gelar. Regragui juga mengkritik kericuhan yang terjadi dan menyebut citra sepak bola Afrika tercoreng.
Catatan Tambahan Final
Final ini menjadi penampilan keempat Senegal di partai puncak Piala Afrika. Gol Gueye tercatat sebagai gol pertama Senegal dari permainan terbuka di final, bukan lewat adu penalti.
Stadion berkapasitas 69.500 penonton itu cepat kosong usai laga. Hanya sedikit penonton yang menyaksikan prosesi pengangkatan trofi oleh para pemain Senegal.
Bagi Maroko, kegagalan ini menjadi pukulan besar di tengah status mereka sebagai tuan rumah dan calon tuan rumah Piala Dunia 2030.


