Independen Ekspos | Pengadilan Federal Kanada membatalkan perintah pemerintah untuk menutup operasi bisnis TikTok di Kanada. Putusan keluar pada Rabu dan langsung berlaku. Aplikasi video pendek itu tetap beroperasi untuk sementara waktu.
Hakim Federal Russel Zinn membatalkan perintah pembubaran bisnis TikTok Kanada. Hakim juga memerintahkan pemerintah meninjau ulang kasus tersebut. Pengadilan tidak menyampaikan alasan tertulis dalam putusan singkat itu.
Keputusan ini mengakhiri sementara rencana penutupan yang dikeluarkan pemerintah pada 2024.
Perintah Penutupan Berasal dari Isu Keamanan Nasional
Pada November 2024, Kementerian Industri Kanada memerintahkan TikTok membubarkan operasinya. Pemerintah menyebut risiko keamanan nasional sebagai dasar keputusan.
Perintah itu tidak melarang penggunaan aplikasi. Pemerintah juga tidak membatasi pengguna untuk mengakses atau membuat konten. Namun, kebijakan tersebut berpotensi menutup kantor mereka di Kanada.
TikTok menggugat keputusan itu ke pengadilan federal. Gugatan ini berujung pada pembatalan perintah penutupan.
Menteri Industri Diminta Lakukan Peninjauan Ulang
Pengadilan mengembalikan perkara kepada Menteri Industri Mélanie Joly. Pemerintah menyatakan akan menjalankan peninjauan keamanan nasional yang baru.
Juru bicara Kementerian Inovasi, Sains, dan Pembangunan Ekonomi Kanada, Hans Parmar, menyebut pemerintah tidak bisa memberi komentar lebih lanjut. Ia merujuk pada ketentuan kerahasiaan dalam Investment Canada Act.
Pemerintah tidak membuka detail kesepakatan antara Kanada dan TikTok yang melatarbelakangi pembatalan perintah tersebut.
Respons TikTok: Siap Bekerja Sama
Pihak aplikasi menyambut baik putusan pengadilan. Perusahaan menyatakan siap bekerja sama dengan Menteri Industri untuk mencapai solusi.
Juru bicara TikTok Kanada, Danielle Morgan, menyebut lebih dari 14 juta warga Kanada menggunakan aplikasi tersebut setiap bulan. Ia mengatakan keberadaan timnya di Kanada membuka jalan bagi kelanjutan investasi dan ratusan lapangan kerja lokal.
TikTok menegaskan komitmen untuk berdialog dengan pemerintah demi kepentingan pengguna di Kanada.
Dampak Ekonomi Jika Penutupan Terjadi
Perintah pembubaran bisnis tidak akan memblokir aplikasi. Namun, kebijakan itu berisiko menghilangkan ratusan pekerjaan dan menghentikan investasi.
TikTok menyebut langkah penutupan akan berdampak langsung pada operasi lokal. Perusahaan menilai keberlanjutan bisnis penting bagi ekosistem digital dan tenaga kerja di Kanada.
Putusan pengadilan membuat dampak tersebut tertunda.
Kekhawatiran Barat terhadap ByteDance
Kanada dan sejumlah negara Barat terus meninjau kasus ini. Pemerintah menyatakan kekhawatiran bahwa data sensitif pengguna bisa diakses oleh pemerintah China.
TikTok dimiliki oleh ByteDance yang berbasis di Beijing. Hukum China memungkinkan pemerintah memerintahkan perusahaan membantu pengumpulan intelijen.
Isu ini menjadi dasar utama pengawasan ketat terhadap TikTok di berbagai negara.
Langkah Perlindungan Anak Pernah Dipersoalkan
Pada September lalu, TikTok sepakat memperbaiki sistem perlindungan anak di Kanada. Kesepakatan muncul setelah investigasi menemukan upaya pemblokiran anak dan perlindungan data pribadi belum memadai.
Perusahaan menyatakan akan meningkatkan mekanisme pembatasan usia dan pengamanan informasi pengguna.
Fakta ini menjadi bagian dari penilaian risiko pemerintah terhadap platform tersebut.
Konteks Politik dan Hubungan China
Perdana Menteri Kanada Mark Carney tengah mendorong hubungan yang lebih dekat dengan China. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi dampak ekonomi akibat tarif Amerika Serikat.
Kantor Perdana Menteri tidak menyampaikan apakah isu ini dibahas saat Carney bertemu Presiden China Xi Jinping.
Di tengah dinamika geopolitik, aplikasi ini berada di persimpangan antara kepentingan ekonomi, keamanan, dan diplomasi.
Apa Selanjutnya untuk TikTok di Kanada
Putusan pengadilan memberi waktu bagi aplikator. Pemerintah kini memulai peninjauan keamanan nasional yang baru.
Apakah hasilnya akan sama atau berbeda? Pertanyaan ini menjadi penentu masa depan aplikasi ini di Kanada.
Untuk saat ini, aplikasi tetap berjalan. Pengguna tetap membuat konten. Pemerintah kembali menilai risiko. Seperti lampu kuning di persimpangan, semua pihak diminta berhenti sejenak sebelum melaju lagi.


