BerandaInternasionalIran Bersumpah Akan Buru Netanyahu Jika Masih Hidup, Tetap Gempur Pangkalan Militer...

Iran Bersumpah Akan Buru Netanyahu Jika Masih Hidup, Tetap Gempur Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Independen Ekspos | Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat pada Minggu, 15 Maret.

Serangan tersebut menargetkan beberapa fasilitas militer di kawasan Teluk dan Irak. Pada saat yang sama, IRGC juga mengeluarkan ancaman langsung terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang disebut akan terus diburu.

Situasi ini muncul di tengah perang yang memasuki minggu ketiga setelah serangan militer besar pada akhir Februari lalu.

Rudal dan Drone Iran Hantam Pangkalan AS

IRGC menyatakan serangan menargetkan pusat konsentrasi pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara Al-Harir Air Base di wilayah Erbil, Irak.

Selain itu, dua fasilitas militer lain juga menjadi sasaran.

  • Ali Al Salem Air Base
  • Camp Arifjan

Teheran mengklaim rudal dan drone yang digunakan berhasil menghantam target tersebut.

Militer Iran menyebut serangan ini sebagai gelombang ke-52 dari operasi militer bernama Operation True Promise 4.

Menurut IRGC, operasi tersebut merupakan balasan atas kematian para pekerja di zona industri Iran akibat serangan sebelumnya.

Ancaman Langsung Terhadap Netanyahu

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengeluarkan ancaman terbuka terhadap Netanyahu.

“Jika perdana menteri Zionis yang kriminal itu masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” tulis pernyataan tersebut.

Ancaman ini muncul ketika media sosial ramai membahas rumor bahwa Netanyahu tewas atau terluka akibat serangan Iran.

Namun kantor perdana menteri Israel membantah kabar tersebut.

“Ini adalah berita bohong. Perdana Menteri dalam kondisi baik-baik saja,” kata kantor Netanyahu.

Rumor Viral Video “Enam Jari” Netanyahu

Spekulasi di internet muncul setelah video pidato Netanyahu pada 13 Maret beredar luas.

Dalam satu frame video, sebagian penonton mengklaim tangan kanan Netanyahu terlihat memiliki enam jari. Hal ini memicu tudingan bahwa video tersebut dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan.

Namun klarifikasi muncul dari chatbot AI Grok di platform X. Sistem tersebut menyatakan tampilan enam jari kemungkinan hanya ilusi visual pada video.

Spekulasi lain muncul ketika putra Netanyahu, Yair Netanyahu, tidak mengunggah apa pun di media sosial selama beberapa hari. Sebagian pengguna internet menafsirkan hal itu sebagai tanda tragedi keluarga.

Tidak ada bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Perang Melebar ke Negara Teluk

Serangan Iran tidak hanya menargetkan pangkalan militer. Beberapa negara Teluk juga melaporkan rudal dan drone masuk ke wilayah udara mereka.

Negara yang melaporkan intersepsi proyektil antara lain:

  • Bahrain
  • Qatar
  • United Arab Emirates
  • Kuwait
  • Jordan

Ledakan juga dilaporkan terjadi di dekat markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Negara Teluk sebelumnya menolak tudingan Iran yang menyebut wilayah mereka digunakan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan ke Iran.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari telah menimbulkan korban besar di berbagai negara.

Data yang dilaporkan berbagai pihak menunjukkan:

  • Lebih dari 1.300 orang tewas di Iran menurut International Committee of the Red Cross
  • 12 orang tewas di Israel akibat serangan rudal Iran menurut Magen David Adom
  • 13 tentara Amerika Serikat tewas, termasuk tujuh dalam pertempuran dan enam akibat kecelakaan pesawat di Irak
  • Lebih dari 820 orang tewas di Lebanon dan sekitar 850.000 orang mengungsi

Di negara Teluk, sedikitnya belasan warga sipil juga dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran. Sebagian besar korban adalah pekerja migran.

Akar Konflik: Serangan 28 Februari

Perang ini bermula pada 28 Februari ketika Israel meluncurkan operasi militer bernama Operation Roar of the Lion.

Serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Teheran. Salah satu target berada di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Khamenei kemudian dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Salah satu serangan awal juga menghantam sekolah perempuan di Minab dan menewaskan puluhan orang. Insiden itu memicu kritik dari berbagai organisasi internasional.

Ancaman Perang Regional Makin Nyata

Situasi di Timur Tengah kini memasuki fase yang lebih berbahaya. Serangan tidak lagi terbatas pada Iran dan Israel. Negara Teluk, pangkalan militer Amerika Serikat, dan wilayah Lebanon ikut terseret dalam konflik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyatakan harapan agar negara sekutu mengirim kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran penting di Strait of Hormuz.

Selat tersebut menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.

Ketika rudal dan drone terus melintas di langit Timur Tengah, pertanyaan besar muncul. Apakah konflik ini akan berhenti di sini, atau justru berubah menjadi perang regional yang lebih luas?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses