BerandaInternasionalDonald Trump Serang Iran untuk Pengalihan Isu Keterlibatannya dalam Skandal Epstein

Donald Trump Serang Iran untuk Pengalihan Isu Keterlibatannya dalam Skandal Epstein

Independen Ekspos – Donald Trump Serang Iran kembali menjadi sorotan tajam di tengah mencuatnya polemik Epstein Files yang menyeret nama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik secara terbuka memperingatkan bahwa operasi militer terhadap Iran tidak akan menghapus tuntutan transparansi terkait dokumen kasus Jeffrey Epstein.

Isu ini merujuk pada dokumen yang dirilis Kementerian Hukum Amerika Serikat (DOJ) terkait kasus pelecehan seksual dan perdagangan perempuan oleh Jeffrey Epstein. Dalam dokumen tersebut, nama Trump disebut berada dalam lingkaran kasus, memicu tekanan politik yang semakin besar.

Anggota DPR dari Kentucky, Thomas Massie, yang sebelumnya memimpin pengesahan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein melalui Kongres, menegaskan bahwa kebijakan luar negeri tidak bisa dijadikan tameng untuk mengaburkan pengungkapan fakta.

Melalui akun X miliknya, Massie menulis pesan keras bahwa membom negara lain tidak akan membuat berkas Epstein hilang. Ia menegaskan, tindakan militer tidak bisa menjadi “kedok” untuk menghindari akuntabilitas. Pernyataan itu dikutip oleh The Independent pada Selasa (3/3/2026).

Tekanan terhadap Trump tidak berhenti di parlemen. Komedian James Austin Johnson juga mengangkat isu ini dalam acara komedi politik Saturday Night Live. Dalam parodinya sebagai Donald Trump, ia menyindir bahwa perang kerap dijadikan alat pengalihan perhatian dari kasus Epstein.

Sindiran itu menyoroti narasi lama bahwa Iran selalu disebut “dua minggu lagi” dari memiliki senjata nuklir selama bertahun-tahun. Parodi tersebut secara terang menyebut perang sebagai cara mengalihkan fokus publik dari skandal hukum.

Kritik lebih keras datang dari mantan sekutu Trump di kubu Make America Great Again (MAGA), Marjorie Taylor Greene. Ia menilai langkah militer ke Iran menunjukkan Trump lebih mengejar perubahan rezim di luar negeri dibanding memperjuangkan transparansi di dalam negeri.

Greene menegaskan bahwa selama bertahun-tahun kubu konservatif menuntut pembukaan berkas Epstein demi keadilan bagi ribuan korban perempuan dan anak-anak. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada penangkapan maupun pertanggungjawaban yang jelas.

Ia juga mempertanyakan urgensi perang dengan Iran yang disebutnya sebagai konflik asing demi perubahan rezim asing. Kritik tersebut menambah tekanan politik internal terhadap Gedung Putih.

Sementara itu, Senator Kentucky Rand Paul menyampaikan simpati kepada rakyat Iran. Ia mengutip pernyataan Presiden ke-6 Amerika Serikat, John Quincy Adams, yang menegaskan bahwa Amerika tidak pergi ke luar negeri untuk mencari musuh yang akan dihancurkan.

Rand Paul menekankan bahwa Konstitusi Amerika Serikat memberikan kewenangan menyatakan perang kepada Kongres. Menurutnya, pembatasan itu dibuat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya perang sepihak oleh presiden.

Meski demikian, ia tetap mendoakan keselamatan tentara Amerika yang menjalankan misi. Namun sebagai pejabat publik, ia menegaskan sumpahnya adalah kepada Konstitusi, bukan kepada presiden.

Kontroversi ini memperlihatkan ketegangan serius di internal Partai Republik. Di satu sisi, Trump menghadapi tudingan pengalihan isu. Di sisi lain, desakan pembukaan penuh Epstein Files semakin menguat.

Hingga kini, polemik antara operasi militer terhadap Iran dan tuntutan transparansi kasus Epstein terus berkembang. Tekanan politik terhadap Trump dipastikan belum akan mereda dalam waktu dekat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses