Independen ekspos – Kebakaran Padduppa Resort mengguncang kawasan wisata Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Insiden tragis ini menewaskan satu orang karyawan dan melukai satu lainnya.
Kebakaran Padduppa Resort bermula dari percikan api yang muncul di atas plafon salah satu kamar cottage. Saksi melihat api turun dari bagian atap ke dalam ruangan. Dalam hitungan menit, kobaran api langsung membesar dan menyebar ke kamar lain.
Kepala UPT Bira Dinas Pariwisata Bulukumba, A Mustamar, menjelaskan bahwa struktur atap menjadi faktor utama cepatnya api merambat. Atap cottage terbuat dari alang-alang dan rumbia, bahan yang sangat mudah terbakar.
“Atap-atap kamar cepat terbakar dan berpindah satu kamar ke kamar lain karena atapnya mudah terbakar,” ujar A Mustamar.
Material tersebut membuat api bergerak tanpa hambatan. Kurang dari 30 menit, seluruh bangunan cottage ludes terbakar dan berubah menjadi arang.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Muhlis, warga Borong Tellu, Kecamatan Gantarang. Ia terjebak di dalam toilet saat api mulai membakar ruangan tempatnya berada.
Muhlis sempat berupaya menyelamatkan diri dengan masuk ke kamar mandi yang memiliki sumber air. Diduga ia berharap bisa menghindari kobaran api dari dalam ruangan tersebut. Namun api terus membesar dan menghanguskan seluruh bangunan, termasuk tubuh korban.
Selain korban meninggal, satu karyawan laki-laki lainnya mengalami luka akibat tersengat api. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bontobahari yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Kebakaran Padduppa Resort di Tanjung Bira menjadi peristiwa duka di kawasan wisata unggulan Bulukumba. Seluruh cottage yang terbakar rata dengan tanah dalam waktu singkat akibat bahan bangunan yang mudah terbakar.
Hingga peristiwa ini terjadi, sumber api pertama dilaporkan berasal dari plafon salah satu kamar. Tidak ada informasi tambahan mengenai penyebab pasti munculnya percikan api tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan bangunan, terutama di kawasan wisata yang menggunakan material alami seperti alang-alang dan rumbia.


