BerandaInternasionalAmerika Serikat Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Trump Tetap Ngotot Perang Bisa “Selamanya”

Amerika Serikat Mulai Kewalahan Hadapi Iran, Trump Tetap Ngotot Perang Bisa “Selamanya”

Independen Ekspos – Amerika Serikat mulai kewalahan dalam hari kelima perang melawan Iran. Di tengah eskalasi serangan, stok sejumlah senjata kunci Washington dilaporkan menipis. Namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tetap bersikeras operasi militer bisa terus berjalan.

Amerika Serikat kekurangan rudal Tomahawk dan SM-3. Laporan CNN menyebut seorang pejabat senior AS mengungkapkan bahwa persediaan rudal serang darat Tomahawk dan rudal pencegat SM-3 semakin berkurang. Padahal, Washington memperkirakan intensitas serangan ke Iran justru akan meningkat dalam 24 jam ke depan.

Informasi yang dikutip The Middle East Monitor menyebut fase pertama serangan gabungan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari berhasil melemahkan pertahanan Iran. Fase berikutnya diprediksi menyasar fasilitas produksi rudal, drone, dan kemampuan angkatan laut Iran.

Pentagon sudah krisis Patriot sejak perang Ukraina. Operasi ke Iran terjadi saat Departemen Pertahanan Amerika Serikat menghadapi kekurangan rudal Patriot. Sebagian besar stok telah dikirim untuk mendukung pertahanan udara Ukraina selama empat tahun perang melawan Rusia.

Jika operasi militer melampaui 10 hari, pejabat AS memperingatkan stok rudal penting bisa benar-benar menipis. Laporan Al Jazeera menyebut Pentagon telah memperingatkan Trump bahwa perang berkepanjangan akan membawa risiko serius, termasuk biaya besar untuk mengisi kembali amunisi yang terkuras.

THAAD dan amunisi presisi terancam habis. Analis menyebut kekurangan paling mungkin terjadi pada amunisi presisi berteknologi tinggi dan sistem pencegat seperti THAAD. Termasuk di dalamnya Joint Direct Attack Munitions (JDAM), perangkat berbasis GPS yang mengubah bom biasa menjadi bom berpemandu presisi.

Satu baterai THAAD terdiri dari 95 personel, enam peluncur di atas truk, total 48 rudal pencegat, satu radar, serta sistem kendali tembakan dan komunikasi. Hingga pertengahan 2025, hanya ada sembilan baterai THAAD aktif di dunia menurut Lockheed Martin.

Biayanya sangat mahal. Pada 2024, koresponden Al Jazeera Mike Hanna melaporkan dari Washington DC bahwa satu baterai THAAD bernilai antara 1 miliar hingga 1,8 miliar dolar Amerika Serikat.

Produksi rudal tidak bisa instan. Rudal pencegat dan amunisi presisi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dirakit, diuji, dan dikirim sebelum siap digunakan. Sistem ini pada dasarnya dirancang untuk menghadapi serangan terbatas berintensitas tinggi dari negara seperti Rusia, China, atau Korea Utara, bukan untuk rentetan serangan besar dan berkepanjangan dengan rudal berbiaya murah.

Setiap intersepsi dapat menelan biaya ratusan ribu hingga jutaan dolar AS. Sementara rudal lawan bisa diproduksi dengan biaya jauh lebih rendah. Artinya, dalam jangka panjang, stok rudal canggih AS berisiko terkuras dengan beban biaya sangat tinggi.

Peneliti senior di lembaga pemikir Stimson Center, Christopher Preble, mengatakan kendala utama Amerika Serikat bukan pada anggaran pertahanan yang bernilai triliunan dolar, melainkan pada ketersediaan fisik rudal seperti Patriot dan SM-6.

Preble menegaskan, laju intersepsi saat ini kemungkinan tidak bisa dipertahankan tanpa batas. Menurutnya, intensitas seperti sekarang mungkin hanya mampu bertahan beberapa pekan sebelum stok terdampak serius.

Trump klaim stok hampir tak terbatas. Di tengah peringatan Pentagon, Trump menulis di platform Truth Social bahwa persediaan amunisi AS “nyaris tak terbatas”. Ia menyebut perang bisa berlangsung “selamanya” dengan stok senjata yang ada dan tetap berhasil.

Sebelumnya, Trump mengatakan rencana perang terhadap Iran diproyeksikan berlangsung empat hingga lima pekan, namun bisa saja lebih lama.

Perang AS-Iran kini memasuki fase krusial. Di satu sisi, serangan diprediksi meningkat. Di sisi lain, cadangan rudal dan sistem pencegat semakin menipis. Jika konflik berlarut, tekanan terhadap logistik dan biaya militer AS berpotensi menjadi tantangan serius dalam beberapa pekan ke depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses