Independen Ekspos – Ali Khamenei tewas dalam serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Minggu (1/3/2026). Pemerintah Iran memastikan kabar tersebut dan langsung mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Ali Khamenei tewas akibat serangan yang oleh Iran disebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam Iran. Serangan itu diklaim menghantam sejumlah fasilitas pertahanan dan sipil di berbagai kota di seluruh Iran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan pernyataan keras atas kematian pemimpin tertinggi tersebut. Ia menegaskan bahwa pembunuhan ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
“Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin berpangkat tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan memberantas penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Al Jazeera.
Ia juga menambahkan bahwa Iran akan bertindak dengan seluruh kekuatan dan tekad negara, serta mengklaim mendapat dukungan dari bangsa Islam dan masyarakat yang disebutnya sebagai rakyat bebas di dunia.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa operasi ofensif terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran akan segera dimulai. IRGC menyebut serangan balasan akan diarahkan ke wilayah dan pangkalan Amerika yang disebut mereka sebagai “wilayah dan pangkalan teroris yang diduduki”.
Konfirmasi kematian Ali Khamenei diumumkan resmi oleh pemerintah Iran pada hari yang sama. Kematian pemimpin tertinggi tersebut menandai momen paling krusial dalam sejarah politik modern Iran dan berpotensi memicu eskalasi konflik di kawasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait tudingan langsung dari Iran. Situasi di kawasan dilaporkan tegang dengan potensi respons militer lanjutan dari kedua belah pihak.
Pemerintah Iran menyerukan persatuan nasional dan menegaskan bahwa respons terhadap serangan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.


