Independen Ekspos | China meluncurkan rudal dan mengerahkan kekuatan militer besar di sekitar Taiwan pada Selasa, 30 Desember 2025. Aksi ini menjadi hari kedua latihan tembak langsung berskala besar bertajuk Justice Mission 2025. Latihan dimulai sejak Senin dan berlangsung selama dua hari.
Latihan ini mensimulasikan pengepungan Taiwan, blokade pelabuhan utama, serta serangan ke target darat, laut, dan udara. Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA menyebut latihan dilakukan di perairan utara dan selatan Pulau Taiwan.
PLA mengonfirmasi latihan tembak langsung jarak jauh berjalan sesuai target yang ditetapkan.
Peluncuran Roket dan Demonstrasi Kekuatan Militer
Dalam latihan tersebut, Tiongkok menembakkan puluhan roket ke perairan sekitar Taiwan. Di wilayah Pingtan, setidaknya 10 roket diluncurkan beruntun dan terdengar jelas dari daratan. Warga dan wisatawan terlihat merekam momen peluncuran roket yang melintasi langit.
Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan China menembakkan total 27 roket ke perairan sekitar pulau itu pada Selasa. Sebanyak 71 pesawat militer China serta 24 kapal angkatan laut dan penjaga pantai terdeteksi beroperasi di sekitar Taiwan.
Sehari sebelumnya, Taiwan mencatat 89 pesawat militer Tiongkok, 14 kapal perang, dan 14 kapal penjaga pantai beroperasi di wilayah sekitar pulau. Empat kapal perang tambahan juga terpantau di Samudra Pasifik bagian barat.
Simulasi Blokade dan Serangan Terpadu
Komando Teater Timur PLA menyatakan latihan mencakup identifikasi dan verifikasi target, peringatan dan pengusiran, simulasi serangan, penyerangan target maritim, serta operasi anti-pesawat dan anti-kapal selam.
Latihan ini juga menguji koordinasi udara dan laut untuk melakukan blokade terpadu. China secara khusus mensimulasikan penutupan Pelabuhan Keelung di utara Taiwan dan Pelabuhan Kaohsiung di selatan, dua pelabuhan laut dalam terpenting di pulau tersebut.
Tiongkok menyebut simulasi blokade pelabuhan sebagai inti latihan.
Zona Latihan Terluas dan Terdekat
Latihan tembak langsung dilakukan di tujuh zona yang ditetapkan oleh Otoritas Keselamatan Maritim China. Jumlah ini meningkat dari rencana awal lima zona. Lokasi latihan tercatat lebih dekat ke Taiwan dibandingkan latihan sebelumnya dan mencakup area terluas sepanjang sejarah latihan militer Tiongkok di sekitar pulau itu.
Taiwan melaporkan satu zona tambahan muncul tanpa pengumuman resmi Tiongkok pada Senin pagi di perairan timur pulau tersebut.
Latihan ini menjadi putaran keenam latihan militer besar China di sekitar Taiwan sejak 2022.
Gangguan Penerbangan dan Aktivitas Sipil
Latihan militer berdampak langsung pada transportasi udara dan laut. Otoritas penerbangan Taiwan menyatakan 11 dari 14 rute penerbangan Taipei terdampak. Rute ke pulau Kinmen dan Matsu yang dekat dengan pantai China ditutup, memengaruhi sekitar 6.000 penumpang.
Kementerian Transportasi Taiwan menyebut lebih dari 100.000 penumpang penerbangan internasional terdampak latihan pada Selasa. Sekitar 80 penerbangan domestik dibatalkan.
Meski demikian, tidak ada penerbangan internasional yang dibatalkan sepenuhnya.
Pesan Keras ke Kekuatan Eksternal
Untuk pertama kalinya, militer China secara terbuka menyatakan latihan ini ditujukan untuk mencegah campur tangan pihak luar.
Kantor Urusan Taiwan China menyatakan bahwa kekuatan eksternal yang mencoba mencampuri isu Taiwan akan menghadapi respons militer langsung dari PLA.
Pernyataan ini muncul 11 hari setelah Amerika Serikat mengumumkan paket penjualan senjata senilai 11,1 miliar dolar AS ke Taiwan, terbesar sepanjang sejarah. Tiongkok mengecam keputusan tersebut dan menyebut akan mengambil langkah tegas.
Pernyataan Pejabat China
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan Beijing akan melawan penjualan senjata skala besar Amerika Serikat ke Taiwan. Ia menegaskan setiap upaya menghalangi penyatuan China dengan Taiwan akan gagal.
Tiongkok kembali menegaskan klaim kedaulatannya atas Taiwan dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Respons Taiwan dan Amerika Serikat
Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan pasukan garis depan siap mempertahankan pulau tersebut. Ia menegaskan Taiwan tidak berniat meningkatkan konflik atau memprovokasi ketegangan.
Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan militernya berada dalam status siaga tinggi dan siap melakukan latihan respons cepat jika situasi berubah menjadi serangan nyata.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meremehkan latihan tersebut. Ia menyebut China telah melakukan latihan angkatan laut di sekitar Taiwan selama puluhan tahun dan mengklaim hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping tetap baik.
Trump menyatakan dirinya tidak khawatir dengan situasi tersebut.
Simulasi Serangan dan Teknologi Baru
Pejabat keamanan Taiwan menyebut latihan China tampak mensimulasikan serangan terhadap target darat, termasuk sistem roket HIMARS buatan Amerika Serikat yang dimiliki Taiwan. Sistem ini memiliki jangkauan sekitar 300 kilometer dan mampu menjangkau wilayah pesisir China selatan.
Media pemerintah Tiongkok merilis poster propaganda dan video latihan yang menampilkan teknologi militer baru. Tayangan tersebut memperlihatkan robot humanoid otomatis, mikrodrone, dan anjing robot bersenjata dalam simulasi serangan ke Taiwan.
China juga menampilkan untuk pertama kalinya kapal serbu amfibi Type 075. Kapal ini mampu meluncurkan helikopter serang, kapal pendarat, tank amfibi, dan kendaraan lapis baja secara bersamaan.
Ketegangan Regional dan Jalur Perdagangan
Taiwan berada di jalur perdagangan dan penerbangan utama dunia. Sekitar 2,45 triliun dolar AS nilai perdagangan melewati Selat Taiwan setiap tahun. Wilayah udara di atas pulau tersebut menjadi penghubung utama antara China dan pasar Asia Timur serta Asia Tenggara.
Penjaga pantai Taiwan melaporkan kapal-kapal penjaga pantai Tiongkok melacak pergerakan kapal Taiwan selama latihan berlangsung. Taiwan mengerahkan kapal besar dan berkoordinasi dengan militer untuk meminimalkan dampak terhadap jalur pelayaran dan wilayah tangkap nelayan.
Proyeksi Kesiapan Militer China
Laporan Pentagon menyebut militer Amerika Serikat menilai China menargetkan kesiapan penuh untuk memenangkan konflik atas Taiwan pada 2027, bertepatan dengan 100 tahun berdirinya PLA.
Laporan tersebut juga menyebut Beijing mempertimbangkan opsi serangan langsung dari daratan Tiongkok jika diperlukan.
Sikap Publik Taiwan
Pemerintah Taiwan mengecam latihan tersebut dan menilai tindakan China meningkatkan tekanan militer regional. Meski begitu, pasar saham Taiwan tidak terdampak dan ditutup menguat 0,9 persen pada Senin.
Sejumlah warga Taiwan menilai latihan ini sebagai upaya intimidasi yang pernah terjadi sebelumnya dan belum berubah menjadi konflik terbuka.


