Independen Ekspos – Drone Iran menghantam kantor milik badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency, di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin 2 Maret 2025 waktu setempat. Serangan ini menargetkan fasilitas pemerintah AS di ibu kota Saudi tersebut.
Kantor CIA di Riyadh mengalami kerusakan signifikan akibat ledakan drone. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pihak intelijen Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut.
Laporan CNN menyebut serangan terjadi saat Iran mengarahkan drone ke sejumlah fasilitas milik pemerintah Amerika Serikat di Riyadh. Target utama termasuk stasiun CIA yang berada di wilayah tersebut.
Sebelumnya, dua drone Iran juga menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi. Satu drone lain meledak di sekitar kompleks kedutaan. Serangan itu memperluas eskalasi terhadap kepentingan Washington di kawasan Teluk.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim telah memulai operasi untuk menghancurkan fasilitas milik Amerika Serikat di Arab Saudi.
Melalui pernyataan di Telegram, IRGC menyebut ledakan di kedutaan Washington di Riyadh sebagai bagian dari langkah tersebut.
Di sisi lain, Amerika Serikat bersama Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka mengutuk serangan Iran di berbagai wilayah.
Pernyataan bersama itu menegaskan hak setiap negara untuk membela diri. Negara-negara tersebut menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan melindungi wilayah serta warga mereka, termasuk opsi untuk merespons agresi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran tidak mencari konfrontasi dengan negara-negara Teluk.
Ia menegaskan Iran tidak memiliki masalah dengan negara-negara di seberang Teluk Persia dan tetap menjaga hubungan bertetangga.
Serangan drone ke kantor CIA di Riyadh ini menambah daftar ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah. Hingga kini, belum ada laporan tindakan balasan resmi dari Washington terkait serangan tersebut.


