Independen Ekspos | Ratusan warga turun ke jalan di Minneapolis, Minnesota, Sabtu waktu setempat. Mereka memprotes operasi Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat atau ICE. Massa berkumpul di sekitar Balai Kota Minneapolis sambil membawa poster dan meneriakkan tuntutan agar ICE dan Patroli Perbatasan angkat kaki dari kota itu.
Aksi ini berlangsung di tengah situasi kota yang tegang. Sepuluh hari sebelumnya, seorang ibu tiga anak bernama Renee Nicole Good tewas ditembak agen imigrasi federal. Sepekan setelahnya, seorang imigran asal Venezuela juga mengalami penembakan.
Kelompok Kanan Jauh Dipaksa Mundur
Di lokasi yang sama, sekitar 10 orang dari kelompok kanan jauh mencoba menggelar aksi tandingan. Kelompok kecil ini dipimpin influencer sayap kanan Jake Lang. Ia mengumumkan aksi yang disebutnya sebagai unjuk rasa “anti-penipuan” dan menyuarakan dukungan terhadap ICE.
Ratusan demonstran penolak ICE segera mengepung mereka. Massa berteriak menenggelamkan suara Lang hingga ia tidak bisa berbicara. Dalam hitungan menit, kelompok kanan jauh terdorong ke sisi luar gedung pemerintahan kota.
Sebagian demonstran melempar balon air. Suhu saat itu mencapai minus 4 derajat Fahrenheit dengan angin dingin. Sekitar satu jam kemudian, kelompok Lang berjalan cepat menuju sebuah hotel beberapa blok dari lokasi, terus diikuti teriakan massa yang meminta mereka keluar dari Minneapolis.
Reuters melaporkan sempat terjadi beberapa adu dorong. Tidak ada kekerasan serius yang terpantau.
Klaim Penusukan yang Tak Terverifikasi
Usai kejadian, Jake Lang menulis di platform X bahwa dirinya sempat ditusuk dalam keributan. Ia mengklaim rompi pelindungnya menahan serangan tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi klaim itu.
Kepolisian Minneapolis menyatakan mengetahui unggahan Lang. Namun, tidak ada laporan resmi terkait penusukan. Polisi juga menyebut tidak menerima laporan korban luka dari para peserta aksi. Rekaman kamera memang menunjukkan beberapa orang tampak terluka, tetapi mereka meninggalkan lokasi sebelum polisi sempat menghubungi.
Latar Belakang Jake Lang
Jake Lang dikenal sebagai influencer daring sayap kanan. Ia termasuk dalam lebih dari 1.500 orang yang mendapat pengampunan dari Presiden Donald Trump atas vonis pidana terkait serangan 6 Januari ke Gedung Capitol AS.
Lang kerap menyuarakan pandangan anti-Muslim dan anti-Somalia. Ia juga menyatakan ingin “mengamankan Amerika Serikat untuk orang Kristen kulit putih”. Dalam beberapa hari terakhir, ia terlihat hadir di aksi-aksi kecil pendukung ICE di Minneapolis dan secara terbuka menargetkan komunitas Somalia yang mayoritas Muslim.
Protes Harian Sejak Operasi Imigrasi Diperluas
Aksi penolakan ICE terjadi hampir setiap hari sejak Departemen Keamanan Dalam Negeri meningkatkan penegakan imigrasi di Minneapolis dan Saint Paul. Lebih dari 2.000 hingga 3.000 agen ICE dan Patroli Perbatasan dikerahkan ke wilayah Twin Cities.
Para demonstran memprotes praktik agen imigrasi bermasker yang menarik orang dari rumah dan kendaraan. Operasi ini telah merenggut setidaknya satu nyawa, yaitu Renee Good, warga negara AS.
Good ditembak mati agen ICE saat ia mengemudikan mobilnya. Agen yang menembak berada di depan mobil bagian kiri. DHS menyatakan agen tersebut tertabrak dan merasa nyawanya terancam. Namun, sejumlah video menunjukkan agen itu tetap berdiri setelah kejadian dan memunculkan pertanyaan soal seberapa besar benturan yang terjadi.
Tuduhan dan Ketegangan Politik
Pemerintahan Trump menyebut Good sebagai “teroris domestik” tanpa menyertakan bukti. Pejabat Trump juga dituduh menyampaikan keterangan yang bertentangan dengan bukti video terkait kematian Good.
Trump berulang kali menggunakan isu dugaan pencurian dana federal untuk program kesejahteraan sosial di Minnesota sebagai alasan mengirim ribuan agen imigrasi. Presiden dan pejabat pemerintahannya juga kerap menyinggung komunitas Somalia di negara bagian itu dengan nada rasis. Trump pernah menyebut komunitas tersebut sebagai “sampah”.
Situasi ini memicu konflik terbuka antara pemerintahan federal dan pimpinan Demokrat Minnesota. Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menyatakan tidak akan gentar di tengah laporan bahwa Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan pidana terhadap dirinya. Gubernur Minnesota Tim Walz juga ikut diselidiki atas dugaan menghambat penegakan hukum federal melalui pernyataan publik.
Aparat dan Garda Negara Bagian Siaga
Dalam aksi Sabtu itu, polisi kota menjaga jarak dan tidak banyak campur tangan. Setelah situasi memanas, sebuah kendaraan lapis baja dan polisi kota dengan perlengkapan lengkap terlihat di lokasi.
Garda Nasional Minnesota menyatakan telah dimobilisasi oleh Gubernur Tim Walz untuk mendukung Patroli Negara Bagian Minnesota. Tugasnya meliputi pengaturan lalu lintas, perlindungan jiwa dan properti, serta menjamin hak warga untuk berkumpul secara damai. Pihak garda menyebut pasukan masih siaga dan belum diterjunkan.
Sehari sebelum aksi, seorang hakim federal memutuskan agen imigrasi tidak boleh menahan atau menggunakan gas air mata terhadap demonstran damai yang tidak menghalangi tugas aparat, termasuk saat mereka mengamati operasi imigrasi.
Ancaman Undang-Undang Pemberontakan
Presiden Trump memperingatkan bisa menggunakan Undang-Undang Pemberontakan untuk mengerahkan militer AS ke Minnesota. Ancaman itu disampaikan jika pejabat negara bagian dinilai gagal meredam protes terhadap otoritas imigrasi federal, yang menurut Trump “hanya menjalankan tugas mereka”.
Di tengah tekanan tersebut, aksi penolakan ICE terus berlanjut. Demonstran menyatakan hadir untuk melindungi tetangga imigran mereka yang takut keluar rumah dan tidak berani menggunakan hak kebebasan berbicara.


