Independen Ekspos – Pangeran Andrew kembali menjadi sorotan setelah laporan media Inggris mengungkap permintaan layanan pijat saat kunjungan resmi ke Indonesia pada April 2008.
Pangeran Andrew, yang memiliki nama lengkap Andrew Albert Christian Edward Mountbatten-Windsor, datang ke Indonesia sebagai utusan khusus perdagangan Kerajaan Inggris. Jabatan itu diembannya selama sepuluh tahun hingga 2011.
Pangeran Andrew Menginap di Hotel Mewah Jakarta
Dalam kunjungan tersebut, Andrew menginap di suite mewah Shangri-La Hotel Jakarta. Tarif kamar suite di hotel bintang lima itu disebut mencapai 1.200 poundsterling per malam atau sekitar Rp27,23 juta dengan kurs saat ini.
Di hotel tersebut, Andrew dilaporkan meminta layanan pijat dari seorang terapis bernama Ria. Laporan menyebut Ria memberikan layanan pijat setidaknya tiga kali selama kunjungan berlangsung.
Dana Negara Dipertanyakan
Andrew menjabat sebagai utusan khusus perdagangan Inggris hingga 2011. Ia pernah menyatakan bahwa seluruh kebutuhan pribadi saat bertugas di luar negeri dibayar menggunakan dana pribadi.
Juru bicara Istana Buckingham menyampaikan bahwa seluruh pengeluaran pribadi Adipati York dalam kunjungan luar negeri dibayar secara pribadi.
Namun, pejabat Pemerintah Inggris menyatakan keprihatinan atas penggunaan dana pembayar pajak yang dinilai berlebihan. Seorang pejabat di Whitehall, pusat administrasi sipil Inggris, menyatakan ketidakpercayaan terhadap pola pengeluaran tersebut.
Riwayat Pijat di Istana Buckingham
Laporan juga mengungkap bahwa Andrew dikenal rutin menggunakan jasa pijat. Pada tahun 2000, ia menggunakan jasa terapis bernama Monique Giannelloni untuk layanan pijat di Istana Buckingham.
Monique menerima bayaran 75 poundsterling atau sekitar Rp1,7 juta dengan kurs saat ini. Ia mengaku merasa gugup saat memberikan layanan tersebut di lingkungan istana.
Terseret Penyelidikan Kasus Jabatan Publik
Aparat Inggris kini mengusut dugaan pelanggaran aturan jabatan publik yang melibatkan Andrew. Mantan pilot Angkatan Laut Kerajaan Inggris itu diduga memanfaatkan posisinya untuk membocorkan informasi sensitif kepada Jeffrey Epstein, yang dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual.
Kasus ini kembali menambah daftar kontroversi yang menyeret nama Andrew di ranah publik Inggris.


