Independen Ekspos – Qatar diserang rudal Iran tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pemerintah Doha mengaku terkejut setelah Teheran meluncurkan serangan balasan di kawasan Teluk menyusul perang yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menegaskan bahwa tidak ada komunikasi apa pun dari otoritas Iran sebelum rudal-rudal diluncurkan. Ia menyebut serangan tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Qatar terkejut dengan serangan yang tidak berdasar ini,” kata al-Ansari dalam konferensi pers, Selasa.
Bandara Hamad Jadi Sasaran
Serangan Iran disebut tidak hanya menyasar instalasi militer. Pemerintah Qatar menyatakan seluruh wilayah negara itu masuk dalam daftar target.
Militer Qatar mengonfirmasi adanya upaya serangan terhadap Hamad International Airport di Doha. Namun, semua rudal berhasil dicegat.
“Ada upaya menyerang Bandara Hamad. Semua berhasil digagalkan. Rudal dijatuhkan oleh sistem pertahanan kami dan tidak ada yang mencapai bandara,” tegas al-Ansari.
Penutupan wilayah udara akibat perang membuat hampir 8.000 orang terjebak di Qatar. Aktivitas penerbangan lumpuh total.
Jet Iran Ditembak Jatuh
Situasi memanas pada Senin ketika jet tempur Iran memasuki wilayah udara Qatar meski telah diperingatkan. Pesawat tersebut dilaporkan mengarah ke Doha sebelum akhirnya ditembak jatuh.
Otoritas Qatar kini masih mencari awak pesawat yang jatuh tersebut. Tidak ada rincian lebih lanjut yang disampaikan terkait jumlah kru atau kondisi mereka.
Qatar juga memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan protes keras. Pemerintah Doha memperingatkan bahwa serangan ini bisa memperburuk hubungan diplomatik kedua negara.
Rentetan Serangan Besar
Kementerian Pertahanan Qatar mengungkapkan skala ancaman yang dihadapi sejak Sabtu. Tercatat tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, dan 39 drone bunuh diri terdeteksi menuju wilayah udara Qatar.
Beberapa ledakan juga terjadi dalam beberapa hari terakhir, mempertegas situasi keamanan yang genting.
Qatar termasuk satu dari 12 negara di Timur Tengah yang menjadi target kampanye balasan Iran.
QatarEnergy Hentikan Produksi Strategis
Dampak konflik tidak hanya terasa di sektor keamanan. Perusahaan energi milik negara, QatarEnergy, memutuskan menghentikan produksi sejumlah produk hilir.
Sehari sebelumnya, produksi gas alam cair (LNG) dan produk terkait di fasilitas Ras Laffan Industrial City serta Mesaieed Industrial City sudah dihentikan akibat serangan militer.
Kini penghentian diperluas mencakup produksi urea, polimer, metanol, aluminium, dan produk turunan lainnya.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap situasi keamanan yang memburuk.
Situasi Masih Berkembang
Konflik yang dimulai Sabtu lalu telah memasuki hari keempat. Ketegangan regional terus meningkat dengan meluasnya sasaran serangan Iran di kawasan Teluk.
Qatar menyatakan tetap siaga penuh dan memperkuat sistem pertahanan udara untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda deeskalasi.


