BerandaInternasionalSelat Hormuz Membara: IRGC Klaim Kontrol Penuh, Harga Minyak Melejit Tajam

Selat Hormuz Membara: IRGC Klaim Kontrol Penuh, Harga Minyak Melejit Tajam

Independen Ekspos – Selat Hormuz kembali menjadi pusat ketegangan global. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan pihaknya berada dalam “kendali penuh” atas jalur laut paling vital di dunia itu, di tengah ancaman pengawalan kapal tanker oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Jalur ini kini praktis tertutup akibat perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran, sehingga memicu gangguan besar pada rantai pasok global.

IRGC Tegaskan Tak Ada Kapal Bisa Lolos

Pejabat Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, menyatakan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kontrol Angkatan Laut Republik Islam Iran. Pernyataan tersebut disiarkan kantor berita Fars pada Rabu.

Laporan dari Al Jazeera menyebut IRGC menegaskan “mustahil bagi kapal mana pun untuk melintas”. Bahkan lebih dari 10 kapal tanker minyak disebut menjadi target dalam ketegangan ini.

Namun di sisi lain, laporan Reuters mengungkap sebuah kapal tanker bernama Pola berhasil melakukan pelayaran langka. Kapal itu mematikan sistem pelacak AIS saat mendekati Selat Hormuz pada Senin malam, lalu kembali terdeteksi di lepas pantai Abu Dhabi pada Selasa sebelum menuju pelabuhan Uni Emirat Arab untuk memuat minyak mentah.

Selat Hormuz

Ribuan Kapal Menganggur, Ratusan Menunggu

Perusahaan pelacak pelayaran Clarksons Research memperkirakan sekitar 3.200 kapal atau sekitar 4 persen dari total tonase kapal global saat ini menganggur di kawasan Teluk. Dari jumlah itu, sekitar 1.230 kapal diduga memang beroperasi khusus di wilayah Teluk.

Selain itu, sekitar 500 kapal atau 1 persen tonase global kini tertahan di luar Teluk, menunggu di pelabuhan lepas pantai Uni Emirat Arab dan Oman.

Data tersebut dilaporkan juga oleh The Associated Press.

Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

Dampak langsung dari ketegangan di Selat Hormuz adalah lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak di atas 82 dolar AS per barel.

Kenaikan ini mencapai lebih dari 13 persen sejak konflik dimulai dan menjadi level tertinggi sejak Juli 2024. Pasar global bereaksi keras karena Selat Hormuz merupakan jalur distribusi utama minyak dari kawasan Teluk ke seluruh dunia.

Selain pelayaran, pengiriman kargo udara juga terganggu akibat penutupan wilayah udara di Timur Tengah.

Trump Ancam Kirim Angkatan Laut

Di tengah situasi panas ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui platform Truth Social bahwa Angkatan Laut AS akan segera mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Trump menegaskan Amerika Serikat akan menjamin kelancaran aliran energi dunia. Ia juga menyatakan kekuatan ekonomi dan militer AS adalah yang terbesar di dunia dan memberi sinyal akan ada langkah lanjutan.

Pernyataan ini memperbesar risiko eskalasi militer di kawasan yang sudah tegang.

Pakistan Cari Jalur Alternatif

Penutupan Selat Hormuz memaksa Pakistan mencari solusi darurat. Kementerian Energi Pakistan mengumumkan bahwa Islamabad meminta Arab Saudi mengalihkan pasokan minyak melalui Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Otoritas Saudi menjamin keamanan pasokan melalui pelabuhan tersebut. Satu kapal telah disiapkan untuk berlayar ke Yanbu guna mengangkut minyak mentah bagi Pakistan.

Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, menyatakan sebagian besar impor energi negaranya selama ini melewati Selat Hormuz. Pemerintah kini memantau situasi secara ketat demi memastikan pasokan energi tetap berlanjut.

Selat Hormuz kini bukan sekadar jalur pelayaran, tetapi titik krusial yang menentukan stabilitas ekonomi global. Ketegangan militer, lonjakan harga minyak, dan gangguan distribusi energi menunjukkan bahwa konflik ini berdampak langsung pada dunia.

Situasi masih berkembang dan berpotensi mengubah peta energi global dalam waktu singkat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses