Independen Ekspos – Semen Padang kembali gagal meraih kemenangan krusial usai ditahan imbang tanpa gol oleh PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League musim ini. Hasil mengecewakan ini membuat Kabau Sirah tetap terpuruk di jurang degradasi.
Bermain di Stadion Agus Salim, Rabu (4/3/2026), Semen Padang tampil agresif sejak menit awal. Tim tuan rumah langsung menekan pertahanan lawan demi mengamankan tiga poin penting.
Peluang pertama hadir pada menit ke-6 melalui tendangan bebas Angelo Meneses. Namun bola tidak mengarah tepat ke gawang. Empat menit berselang, sepakan keras Kasim Botan hanya membentur tiang, membuat peluang emas terbuang sia-sia.
Tekanan terus berlanjut. Pada menit ke-17, Firman Juliansyah melepaskan tembakan tepat sasaran pertama bagi Semen Padang. Namun kiper PSIM, Cahya Supriadi, tampil sigap menggagalkan peluang tersebut. Upaya Kazaki Nakagawa di menit ke-22 juga berhasil dimentahkan penjaga gawang yang pernah memperkuat Timnas Indonesia itu.
Meski ditekan, PSIM Yogyakarta tidak tinggal diam. Norberto Vidal sempat mengancam pada menit ke-27, tetapi bola melebar dari sasaran. Tiga menit kemudian, percobaan Nermin Haljeta juga belum membuahkan hasil.
Situasi berubah pada menit ke-38. PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah Fahreza Sudin menerima kartu merah langsung. Ia berusaha menyambut umpan silang dengan tendangan voli, tetapi kakinya justru mengenai kepala Samuel Simanjuntak. Wasit tanpa ragu mengusirnya dari lapangan. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, Semen Padang semakin intens menyerang memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Peluang emas datang pada menit ke-69 lewat Ricki Ariansyah, tetapi kembali digagalkan oleh penampilan gemilang Cahya Supriadi.
Dua menit berselang, PSIM justru mampu mengancam. Tembakan Nermin Haljeta mengarah ke gawang, namun berhasil diamankan kiper Semen Padang, Rendy Oscario.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tercipta. Keunggulan jumlah pemain selama lebih dari satu babak gagal dimaksimalkan Semen Padang untuk mengubah keadaan.
Semen Padang kini tetap tertahan di peringkat ke-17 dengan 17 poin dari 24 pertandingan. Posisi tersebut masih berada di zona degradasi dan semakin memperberat langkah mereka bertahan di Super League musim ini.
Sementara itu, PSIM Yogyakarta bertahan di peringkat kedelapan dengan koleksi 37 poin. Meski bermain dengan 10 pemain, mereka sukses membawa pulang satu poin penting dari Padang.
Hasil ini menjadi peringatan keras bagi Semen Padang. Jika tak segera bangkit dan lebih efektif memanfaatkan peluang, ancaman degradasi akan semakin nyata.


